7 May 2026
HomeBeritaGubernur NTT Melki Laka Lena Gerak Cepat Sambut Program Koperasi Merah Putih

Gubernur NTT Melki Laka Lena Gerak Cepat Sambut Program Koperasi Merah Putih

Jakarta-Gubernur NTT Melki Laka Lena bergerak cepat menyambut program Koperasi Desa Merah Putih yang telah menjadi komitmen pemerintahan Prabowo. Untuk itu, Gubernur Melki segera menemui Menteri Koperasi dan UMKM Budi Arie Setiadi di Kantor Kementerian Koperasi dan UMKM RI di Jakarta, Jumat (7/3/2025). NTT bakal menjadi Provinsi Pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Progran Koperasi Desa Merah Putih.

Kepala Badan Penghubung, Henry Donald Izaac, S.Sos, Msi mengatakan, dalam pertemuan itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena didampingi Ketua TP PKK NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena dan jajaran Badan Penghubung NTT Jakarta.

Koperasi Desa Merah Putih adalah program Presiden Prabowo yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan koperasi. Koperasi Desa Merah Putih bertujuan memutus mata rantai kemiskinan di desa, Meningkatkan perekonomian desa dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Gubernur Melki mengungkapkan, NTT akan menjadi Provinsi Pertama di Indonesia yang akan membentuk dan mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih.  Strategi Implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih melalui pembentukan koperasi, revitalisasi koperasi yang sudah ada dan pengembangan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Provinsi NTT memiliki koperasi yang relatif banyak, sehingga diharapkan NTT menjadi contoh implementasi program Koperasi Merah Putih Presiden Prabowo. Untuk itu, Gubernur NTT akan berusaha memastikan agar semua kepala daerah di NTT mampu melaksanakan program yang sangat bagus Pemerintahan Prabowo. Menurut Melki Laka Lena, keberadaan program ini akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi, sekliagus pemerataan ekonomi.

Selain itu, jelas Gubernur Melki, dengan dukungan yang ada akan menjadikan NTT sebagai  percontohan implementasi koperasi, sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat NTT.

Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi siap mendukung pembentukan 70 ribu Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi desa serta menuntaskan berbagai permasalahan yang terjadi di pedesaan.

Budi Arie menjelaskan dasar rencana pembentukan Kop Des untuk menggerakkan perekomian di desa. Karena itu dibutuhkan sebuah badan usaha berbentuk koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga menjadi agregator berbagai produk desa.

Menkop mengatakan bahwa dalam implementasinya, Kop Des Merah Putih akan dikembangkan melalui tiga pendekatan utama. Akan ada sekitar 64 ribu kelompok tani yang siap bermigrasi menjadi koperasi distribusi pupuk bersubsidi serta sistem pertanian dan distribusi pangan di desa dapat terintegrasi dengan lebih baik.

“Jadi ada tiga model. Pertama, membangun koperasi baru. Kedua, merevitalisasi koperasi yang sudah ada. Ketiga, membangun dan mengembangkan,” jelas Budi Arie di Istana Merdeka Jakarta, Senin (03/03/2025).

Selain memperkuat ekonomi desa, koperasi ini juga diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi barang yang selama ini merugikan produsen dan konsumen. “Supaya bisa lebih murah harga-harga di masyarakat konsumen,” tegasnya.

“Dalam pelaksanaannya tidak lupa kami akan melibatkan para generasi muda untuk berkoperasi, pembentukan Kop Des ini akan kami lakukan secara bertahap dimulai dari masa pembentukan mulai hari ini sampai Juli 2025,” kata Menkop Budi Arie dalam keterangannya,

Kop Des Merah Putih diharapkan dapat melakukan pengelolaan pada outlet atau gerai sembako, outlet gerai obat murah, apotek desa, outlet kantor koperasi, outlet unit usaha simpan pinjam koperasi (embrio Kop Bank), outlet klinik desa, outlet cold storage, serta distribusi logistik.

Menkop Budi Arie meyakini keberadaan koperasi desa akan mampu memperpendek suplai chain dan melancarkan distribusi barang dan jasa hingga ke tingkat desa sehingga dapat menekan biaya dengan lebih rendah hingga ke tingkat konsumen akhir. Selain itu keberadaan koperasi desa akan menjadi agregator bagi upaya mendorong peningkatan harga produk pertanian dari desa sekaligus menjadi stabilisator bagi inflasi.

“Kami berterima kasih atas arahan Bapak Presiden terkait Koperasi Desa Merah Putih ini, diharapkan koperasi menjadi konsolidator penggerak motor ekonomi dan pusat pertumbuhan perekonomian di desa. Koperasi adalah instrumen pemerataan pembangunan nasional” kata Budi Arie.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU