17 April 2026
HomeBeritaPresiden Jokowi Berusaha Hentikan Praktek dari Zaman Kompeni

Presiden Jokowi Berusaha Hentikan Praktek dari Zaman Kompeni

Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah terus berkomitmen dan bekerja keras untuk membangun kemandirian bangsa dan memperkokoh kepemimpinan Indonesia di masyarakat internasional. Hilirisasi industri, industrialisasi akan terus ditingkatkan.

Presiden mengatakan, praktek pengiriman bahan mentah dimulai sejak zaman Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau kompeni. “Karena kita tidak ingin, sejak VOC  kita selalu mengirim bahan-bahan mentah, mengirim raw material ke luar negeri. Untuk menghasilkan nilai tambah dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya, sejak 2020 telah kita setop ekspor nikel bahan mentah. Bahan mentah nikel telah kita setop di 2020,” tegas Presiden Jokowi dalam Peringatan HUT Ke-49 PDI Perjuangan (secara virtual),  dari Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Senin (10/01/2022).

Acara ini diikuti Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ibu Prof. Dr. Hj. Megawati Soekarnoputri;
Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. KH. Ma’ruf Amin dan semua kader PDI Perjuangan.

Presiden menjelaskan, tahun ini, pemerintah akan setop ekspor bahan mentah bauksit, tahun depan juga akan kita setop lagi ekspor bahan mentah tembaga. Karena dampak dari hilirisasi industri ini akan sangat besar, selain membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya bagi rakyat, ini juga akan memberikan nilai tambah yang besar.

Sebagai contoh, jelas Presiden, saat Indonesia menyetop bahan mentah nikel, tahun lalu ekspor dikurangi lebih Rp25 triliun karena yang diekspor hanya bahan mentah. Sekarang, karena yang diekspor adalah barang setengah jadi dan barang jadi, ekspor sudah mencapai 21 miliar dolar AS atau kurang lebih hampir Rp280 triliun.

“Lompatan yang sangat besar inilah yang ingin kita lakukan untuk bahan-bahan mineral yang kita miliki, baik itu nikel, bauksit, tembaga, timah, maupun emas dan lain-lainnya,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan kalau tahun 2022 ini, Indonesia juga mendapatkan sebuah kehormatan, kepercayaan internasional yaitu menjadi Keketuaan G20, Presidensi G20. Yang ini akan kita manfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dan juga kepentingan negara-negara berkembang.

Indonesia akan terus berjuang untuk membangun tata kelola kesehatan, tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil, yang lebih kokoh dalam menghadapi ketidakpastian dan kompleksitas masalah yang semakin banyak di dunia.

“Kita akan mengulang dan memperkokoh kepemimpinan Indonesia yang dulu pernah dilakukan oleh Presiden pertama kita, Bung Karno,” jelas Presiden.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU