30 April 2026
HomeBerita85 Persen Serangan Iran Sasar Negara Tetangga, UEA Ajak Indonesia Seimbang Sikapi...

85 Persen Serangan Iran Sasar Negara Tetangga, UEA Ajak Indonesia Seimbang Sikapi Situasi Timur Tengah

Jakarta-Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri mengatakan, statistik terbaru menunjukkan bahwa sekitar 85% rudal dan drone Iran diluncurkan ke arah negara Gulf Cooperation Council (GCC) dan Yordania. Hanya sekitar 15% yang menargetkan Israel.

“Berdasarkan realitas ini, saya mengajak seluruh negara di dunia Islam, termasuk Republik Indonesia dan rakyatnya yang ramah, untuk menilai situasi di Timur Tengah secara seimbang, tanpa dipengaruhi oleh narasi emosional yang bertentangan dengan fakta,” jelas Aldhaheri dengan wartawan di Jakarta, Rabu 8 April 2026.

Dia menjelaskan, per tanggal 7 April 2026, sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab telah berhasil mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone.

Menurutnya, terlepas dari keberhasilan sistem pertahanan ini, puing-puing dari senjata-senjata yang telah dicegat tersebut jatuh di kawasan sipil. Hal ini mengakibatkan 13 warga sipil meninggal dunia, 217 orang luka-luka, serta kerusakan pada infrastruktur vital seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan kawasan permukiman.

“Fakta-fakta ini secara jelas menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut tidak terbatas pada target militer,” tegasnya.

Dari sudut pandang ini, katanya, data tersebut membantah klaim Iran bahwa serangannya hanya menargetkan pangkalan dan fasilitas militer.

“Apa yang kita saksikan adalah pergeseran berbahaya menuju penargetan infrastruktur sipil dengan tujuan melemahkan stabilitas ekonomi, bukan untuk mencapai tujuan militer yang sah,” kata Aldhaheri.

Dia menegaskan, apa yang terjadi bukan konflik agama. Upaya untuk membingkai konflik ini sebagai perang agama adalah menyesatkan dan tidak mencerminkan realitas yang terjadi. Ini adalah persoalan keamanan, kedaulatan, dan hukum internasional, bukan agama.

“Yang lebih mengkhawatirkan adalah pola yang terlihat saat ini, yaitu Iran mengarahkan sebagian besar serangannya ke negara tetangganya yang bukan pihak yang memulai eskalasi dan tidak menyerukan perang ini,” tegas Aldhaheri.(dd)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU