13 July 2026
HomeBeritaNonton Gratis Piala Dunia 2026, Terima Kasih Pak Prabowo, Terima Kasih TVRI

Nonton Gratis Piala Dunia 2026, Terima Kasih Pak Prabowo, Terima Kasih TVRI

Catatan M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior

KALAU saja Presiden Indonesia ke-8, bukan Prabowo Subianto. Kalau saja, Prabowo, tidak “ternyata diam-diam” gila bola. Maka Piala Dunia ke-23, 2026 di tiga negara: Amerika, Canada, dan Meksiko, dipastikan tak akan disiarkan secara langsung dan dinikmati secara masif di wilayah Indonesia.

“Beli dan siarkan, ” begitu perintahnya pada TVRI.

Prabowo ternyata juga sadar betul bahwa hanya sepakbola yang bisa mempersatukan anak bangsa di negeri ini. Seperti di Brasil, di sini sepakbola sudah jadi kebutuhan, dari Presiden hingga rakyat di ujung-ujung negeri.

Sepakbola, khususnya Piala Dunia, seperti satu kebutuhan bagi sedikitnya 150 dari 280 juta penduduk Republik ini. Jadi, meski kehidupan secara ekonomi dan politik belum baik-baik saja, di hadapan layar kaca televisi, saat laga-laga Piala Dunia disajikan, segala kesulitan seperti runtuh seketika.

Menurut instagram TVRI, Sebanyak 159 juta pemirsa telah menyaksikan siaran Piala Dunia FIFA 2026 melalui TVRI (baik siaran terestrial maupun Over-The-Top / OTT) per tanggal 2 Juli 2026.

Angka tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 yang disiarkan secara penuh oleh stasiun televisi nasional tersebut. Tingginya minat ini juga didorong oleh maraknya gelaran nonton bareng (nobar) yang tercatat lebih dari 7.400 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Tepat Sasaran
Maaf nih, dari banyak program Prabowo, Piala Dunia 2026 dengan TVRI inilah yang paling tepat sasaran. Prabowo berharap agar rakyat Indonesia terhibur, sebulan penuh 11/6 hingga 20/7, meski timnas kita belum bisa tampil di pesta sepakbola sedunia itu, tercapai.

Setiap malam, dini hari, dan pagi hari, kegembiraan rakyat Indonesia begitu luar biasa. Meski ada beberapa kasus super besar seperti penggerudukan Polisi ke rumah Jampidsus, Kejaksaan Agung, FA, dan menemukan Barang Bukti uang cash dalam berbagai mata uang jika dikonfersi ke rupiah, jadi Rp 476 miliar, emas batangan seberat 74 kg, kalau dikalikan Rp 2,600,000 maka tembus ke angka Rp 192,4 miliar total Rp 668, 4 miliar, mayoritas rakyat penggila sepakbola, tetap membahas prediksi semifinal: Perancis vs Spanyol dan Argentina vs Inggris.

Mereka mendukung satu negara, nyaris sama hebatnya saat mendukung timnas sendiri. Fanatisme begitu tinggi dan perbedaan dukungan tak membuat mereka harus bermusuhan.

Sebagai catatan, saat Pileg, Pilkot, Pilbub, Pilgub, dan Pilpres sudah saling berhadap-hadapan bahkan siap beradu dengan cara apa pun, tapi, begitu timnas alias PSSI tampil, semua perbedaan, semua gontok-gontokan, berhenti.

“Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, hari ini Indonesia pasti menang!!!!” Begitu kalimat pemersatu itu. Begitulah sepakbola di mata rakyat Indonesia.

Jadi, tidak berlebihan jika kita berterima kasih pada Presiden dan TVRI. Karena keduanya, telah berhasil dalam sebulan ini menghentikan segala perbedaan. Semua tawa dan bahagia begitu lepas.

Begitu pedulinya pada sepakbola dan kepada para penggila sepakbola, saat peluncuran B50, bahan bakar jenis baru buah karya anak bangsa, Prabowo sempat menyinggung: “Saya masih resah karena sepakbola kita belum bisa ke Piala Dunia. Mana Etick Thohir, mana Erick Thohir?” ujarnya yang membuat semua orang tertawa…

Sekali ini Prabowo juga bukan asal omong-omong. Mantan Ketua Umum IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) itu sudah memiliki klub Garudayaksa yang saat ini masuk ke Liga Super Indonesia setelah menjuarai Liga 2/2025-26.

Di tangan Widjono Hardjanto atau akrab disapa Onny, Presiden Klub, pembinaan klub berjalan sangat baik. Garudayaksa juga memiliki akademi sepakbola yang membina anak-anak dari usia dini…

Mantaaablah…

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU