SHNet, Jakarta – BRI JF3 Fashion Festival 2026 kembali menghadirkan karya-karya desainer internasional yang sarat makna. Salah satunya datang dari desainer muda asal Prancis, Aurélien Voegelin melalui label DAURIAC, yang mempersembahkan koleksi bertajuk “3088”—sebuah karya yang lahir dari perjalanan personal dalam memahami kembali akar keluarganya sebagai petani selama lebih dari 400 tahun.
Angka 3088 bukan sekadar judul koleksi. Angka tersebut merupakan nomor identitas pada anting telinga seekor sapi bernama Magali, yang menjadi simbol kedekatan desainer dengan kehidupan di peternakan keluarganya di wilayah Gers, Prancis.
Melalui koleksi ini, Voegelin mengubah kenangan masa kecil, arsip foto keluarga, hingga benda-benda yang ditemukan di loteng rumah kakek-neneknya menjadi bahasa mode kontemporer yang penuh makna. Alih-alih menggambarkan kehidupan petani secara harfiah, ia menerjemahkan pengalaman hidup, hubungan dengan alam, kerja keras, dan memori keluarga ke dalam setiap potong busana.
“3088” merupakan hasil riset selama tiga tahun mengenai representasi dunia pertanian. Dari penelitian tersebut, Voegelin menyadari bahwa tidak ada satu definisi tunggal mengenai kehidupan petani. Karena itu, ia memilih menjadikan kisah pribadinya sebagai titik awal proses kreatif.
Seluruh koleksi dibangun dari dokumentasi keluarga, foto-foto yang diambil langsung di peternakan, serta observasi terhadap lanskap pedesaan Prancis. Bentuk pakaian, tekstur, material, hingga detail konstruksi lahir dari benda-benda nyata yang selama ini mengelilingi kehidupannya.
Koleksi ini menghadirkan dialog antara teknik tailoring modern dan keterampilan kriya tradisional. Siluet yang dihadirkan bersifat genderless dengan eksplorasi bentuk tubuh yang terinspirasi dari tubuh yang bekerja, bergerak, dan meninggalkan jejak penggunaan sehari-hari.
Aurélien juga memadukan berbagai teknik seperti cording, braiding, macramé, pengembangan tekstil buatan tangan, hingga pewarnaan alami yang dikembangkan melalui eksperimen pribadi. Pendekatan tersebut menghasilkan tekstur dan karakter kain yang unik sekaligus memperlihatkan proses kreatif yang lambat dan penuh ketelitian.
Detail panel konstruksi, jahitan ganda, hingga sentuhan workwear dan streetwear memperkuat karakter koleksi yang menonjolkan fungsi sekaligus estetika. Inspirasi bentuk busana juga diambil dari berbagai peralatan pertanian serta perlengkapan peternakan yang kemudian diinterpretasikan menjadi siluet-siluet modern.
Secara konseptual, koleksi ini dibangun di atas tiga arketipe utama, yakni sapi, kandang, dan orang-orangan sawah. Ketiganya menjadi simbol untuk mengeksplorasi hubungan antara tubuh manusia, ruang, material, memori, dan identitas.
Tidak hanya berbicara mengenai estetika, “3088” juga membawa pesan kuat mengenai keberlanjutan. Aurélien mengutamakan penggunaan serat alami, material daur ulang, teknik pewarnaan alami, serta produksi berskala terbatas sebagai bentuk kritik terhadap budaya produksi massal di industri mode maupun pertanian modern.
Dalam presentasinya di BRI JF3 Fashion Festival 2026, Aurélien Voegelin akan menampilkan enam tampilan dengan sekitar 20 potong busana. Koleksi ini merupakan proyek kelulusan program Master sehingga belum diproduksi secara komersial, namun setiap desain dapat direproduksi dan disesuaikan dengan kebutuhan klien di masa mendatang.
Kehadiran “3088” memperlihatkan bagaimana mode dapat menjadi medium untuk merekam sejarah keluarga, menghidupkan kembali memori lintas generasi, sekaligus membuka ruang dialog mengenai identitas, tradisi, dan masa depan dunia rural melalui perspektif yang segar dan kontemporer.
BRI JF3 Fashion Festival merupakan inisiatif Summarecon yang didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia. (Stevani Elisabeth)

