SHNet, Jakarta– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) guna memperluas akses pendanaan non-perbankan bagi pegiat ekonomi kreatif, khususnya startup. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan agar pegiat ekonomi kreatif dapat berkembang dan naik kelas.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, penguatan akses pendanaan merupakan bagian penting dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
“Presiden menempatkan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari berbagai daerah sehingga tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan,” ujar Menteri Ekraf di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (21/9).
Audiensi ini membahas tantangan kritis serta penurunan pendanaan yang dihadapi oleh ekosistem startup digital di tanah air, sekaligus membahas peluang kolaborasi strategis yang mencakup keberlanjutan pendanaan, matchmaking, pendampingan bisnis, perluasan jejaring pasar, serta sinergi pemerintah dan organisasi bisnis guna mempercepat akses pelatihan dan pasar global.
Selain itu, kolaborasi ini membicarakan mengenai usulan insentif fiskal dan non-fiskal, kemudahan perizinan, serta komitmen modal ventura sebagai mitra utama pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
“Kementerian Ekraf fokus mendorong bagi para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global. Kolaborasi dengan AMVESINDO membuka peluang semakin banyak pegiat ekraf untuk mendapatkan akses modal serta memperluas ekspansi bisnis secara luas. Selain itu, kolaborasi yang sudah berjalan tidak boleh berhenti pada acara, seminar, dan pitching saja. Serta permasalahan inti yang perlu kita urai bersama harus segera dibuatkan strategi dan timeline koordinasi lebih lanjut dengan deputi terkait,” tegas Menteri Ekraf.
AMVESINDO merupakan wadah resmi perusahaan modal ventura yang didirikan pada 13 Mei 2016 dan diakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Organisasi ini berperan sebagai pusat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem startup nasional melalui penguatan akses pendanaan, pendampingan usaha, serta pengembangan kebijakan investasi dan inovasi.
Ketua AMVESINDO, Eddi Danusaputro, juga menyampaikan bahwa industri modal ventura semakin memperhatikan sektor bernilai tambah tinggi dan startup dengan jalur pertumbuhan serta profitabilitas yang lebih jelas. Saat ini, AMVESINDO juga telah mengembangkan Startup Maturation Map, yaitu asesmen mandiri yang melihat kematangan startup dari aspek tata kelola, SDM dan budaya, integritas keuangan, risiko dan kepatuhan, serta teknologi dan infrastruktur.
“Terima kasih buat Menteri Ekraf atas diskusinya, dan apa yang menjadi PR bersama akan segera dikerjakan dan arahan dari pak Menteri juga akan segera dijalankan. Harapannya Sinergi ini akan membuka lebih banyak peluang usaha, lapangan kerja, dan karya anak bangsa untuk tumbuh dan mendunia,” ungkap Eddi Danusaputro.
Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, M. Neil El Himam; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Kreativitas Teknologi, Dandy Yudha Feryawan; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. (Stevani Elisabeth)

