9 October 2026
HomeBeritaPariwisataICAD 16 Perkuat Kolaborasi Seniman dan Pelaku Kreatif Lintas Generasi

ICAD 16 Perkuat Kolaborasi Seniman dan Pelaku Kreatif Lintas Generasi

SHNet, Jakarta– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menghadiri pembukaan Indonesia Contemporary Art & Design (ICAD) 16 di grandkemang Hotel, Jakarta, Rabu (7/10). Kehadirannya menegaskan pentingnya ruang temu bagi seniman, desainer, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat untuk memperluas jangkauan karya serta membuka peluang ekonomi.

Mengangkat tema Being: Becoming, ICAD 16 berlangsung pada 8 Oktober hingga 8 November 2026. Tema ini mengeksplorasi proses manusia dalam memahami keberadaan, nilai, serta perjalanan untuk terus bertumbuh melalui ekspresi seni dan desain.

“Tema Being: Becoming sangat menarik karena sebagai manusia kita tidak hanya berada dalam suatu keadaan, tetapi terus berproses menjadi sesuatu. Proses itu berkaitan dengan bagaimana kita menjalani nilai dan kehidupan sesuai dengan apa yang ingin kita lakukan. Salah satu cara mengekspresikannya adalah melalui seni dan kreativitas,” ujar Wamen Ekraf.

ICAD merupakan platform seni dan desain kontemporer yang sejak pertama kali diselenggarakan pada 2009 telah mempertemukan beragam bidang dan ekspresi budaya. Pada penyelenggaraan ke-16, ICAD menghadirkan karya seniman kontemporer senior, kreator muda, kolektif, dan komunitas yang bergerak di bidang seni, desain, musik, budaya, serta material baru melalui beragam program pameran dan kolaborasi.

Wamen Ekraf menilai proses penciptaan karya perlu diiringi kemampuan kewirausahaan dan pengelolaan finansial. Keseimbangan tersebut penting agar karya mampu menjangkau audiens dan pasar yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelakunya.

“Kalau kita bisa menciptakan karya tetapi tidak mampu menjual dan membawanya kepada pasar yang lebih luas, alirannya akan terhenti. Pesan yang dititipkan kepada kita sebagai seniman bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Karena itu, kreativitas perlu didukung dengan entrepreneurship dan kemampuan perencanaan finansial,” jelas Irene.

Selain pameran, ICAD 16 menghadirkan program publik berupa talkshow, public lecture, interactive activities, dan art workshop yang melibatkan seniman, desainer, pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai pihak lintas bidang. Program ICAD Student Tour turut melibatkan 22 institusi pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga universitas, sehingga pelajar dan mahasiswa berkesempatan mengunjungi pameran serta berinteraksi langsung dengan kurator dan seniman.

“Acara seperti ICAD menghubungkan orang-orang lintas subsektor, lintas generasi, dan lintas industri. Pada akhirnya kita berbicara dalam satu bahasa yang sama melalui ekspresi kreativitas. Pertemuan seperti ini penting agar kreativitas dapat terus mengalir dan memberikan dampak kepada lebih banyak orang,” kata Irene.

Dukungan terhadap ICAD 16 menjadi bagian dari upaya Kementerian Ekraf dalam memperkuat ekosistem seni dan desain, memperluas jejaring antarpelaku, serta mendorong karya Indonesia menjangkau pasar dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU