SHnet, Jakarta-Inggris dan Indonesia hari ini meluncurkan Tangguh+, sebuah platform kemitraan kesehatan baru antara kedua negara yang bertujuan untuk menyatukan berbagai kerja sama di bidang kesehatan serta mendukung Agenda Transformasi Kesehatan Indonesia.
Platform ini secara resmi diluncurkan oleh Melinda Bohannon, Direktur Jenderal Urusan Global Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK FCDO), bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey dan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono.
Tangguh+ menjadi wadah yang menyatukan berbagai kemitraan, keahlian, dan inisiatif Inggris di bidang kesehatan di Indonesia dalam satu platform terpadu. Platform ini menghubungkan pemerintah, lembaga kesehatan terkemuka Inggris seperti National Health Service (NHS), National Institute for Health and Care Excellence (NICE), dan Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA), serta perguruan tinggi, lembaga penelitian, sektor industri, dan mitra lainnya.
Tangguh+ menyediakan kerangka kerja yang lebih terarah bagi kerja sama yang telah berjalan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penguatan sistem kesehatan, ilmu pengetahuan, inovasi dan penelitian, pengembangan tenaga kesehatan, infrastruktur kesehatan, ketahanan kesehatan, serta kemitraan pemerintah dan swasta.
Peluncuran Tangguh+ merupakan kelanjutan dari kemitraan kesehatan Inggris–Indonesia yang telah terjalin dengan erat dan terus berkembang, mencakup dialog kebijakan, kerja sama teknis, penelitian dan inovasi, pengembangan tenaga kesehatan, ketahanan kesehatan, serta investasi. Berbagai kerja sama yang telah berjalan meliputi Nota Kesepahaman Kerja Sama Kesehatan Inggris–Indonesia, Program Kesehatan Digital, Kemitraan Ketahanan Kesehatan Inggris–ASEAN yang bekerja sama dengan UK Health Security Agency, berbagai inisiatif penelitian bersama, serta kolaborasi multilateral melalui forum kesehatan global. Seluruh inisiatif ini menjadi landasan yang kuat untuk memperluas kemitraan kedua negara kedepannya melalui Tangguh+.
Direktur Jenderal Urusan Global Kementerian Luar Negeri Inggris, Melinda Bohannon, mengatakan, sistem kesehatan yang kuat memberikan perlindungan bagi semua orang, mulai dari para ibu yang membutuhkan layanan persalinan yang aman hingga masyarakat yang menghadapi ancaman wabah penyakit berikutnya. Tangguh+ menyatukan berbagai kerja sama kesehatan Inggris dengan Indonesia dalam satu wadah, dengan kedua negara bekerja sebagai mitra yang setara untuk mewujudkan masa depan yang lebih sehat dan tangguh.
“Saya menantikan kerja sama lebih lanjut dengan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi berbagai tantangan global bersama, mempercepat inovasi, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di kedua negara,” ujar Melinda.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan, Indonesia tengah menjalankan transformasi kesehatan yang ambisius untuk meningkatkan akses, kualitas, dan ketahanan sistem pelayanan kesehatan nasional. Tangguh+ mendukung upaya tersebut dengan menghubungkan Indonesia dengan keahlian, inovasi, dan jejaring global Inggris.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, institusi pelayanan kesehatan, dan sektor industri, kita dapat memperkuat sistem kesehatan, mulai dari memastikan persalinan yang lebih aman hingga mempercepat respons terhadap wabah penyakit, serta mewujudkan layanan dan hasil kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia,”papar Dante Saksono
Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengatakan, Inggris dan Indonesia telah memiliki kemitraan yang kuat di bidang kesehatan, mulai dari penanganan resistensi antimikroba dan penguatan ketahanan kesehatan hingga kesehatan digital, penelitian, dan inovasi. Tangguh+ memberikan kesempatan bagi kita untuk mengembangkan fondasi tersebut dan menyatukan berbagai kerja sama di bidang kesehatan secara lebih ambisius dan terkoordinasi.
“Inilah wujud nyata Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris, yang mempertemukan masyarakat, keahlian, dan gagasan dari kedua negara untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya. (sur)

