5 May 2026
HomeBeritaIni Alasan Beragamnya Jenis Kemasan Makanan dan Minuman

Ini Alasan Beragamnya Jenis Kemasan Makanan dan Minuman

Pada dasarnya peran utama kemasan dalam industri pangan adalah untuk melindungi produk dari kontaminasi luar, termasuk menjamin keamanan pangan, memelihara kualitas, dan meningkatkan masa simpan. Kemasan harus dapat melindungi pangan dari pengaruh lingkungan seperti cahaya, oksigen, kelembaban, mikroorganisme, serangga, debu, emisi gas, tekanan, dan lain lain. Ada beragam jenis kemasan yang digunakan produsen makanan dan minuman, yang masing-masing memiliki karakteristik khusus yang perlu disesuaikan dengan produk yang dikemas.

Ahli teknologi pangan, Hermawan Seftiono, mengatakan kemasan pangan yang sering digunakan ada beberapa jenis, di antaranya kemasan plastik, kertas atau kardus, kaleng, tetra pak, dan standing pouch. Pada umumnya, menurut Anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia atau PATPI ini, penggunaan kemasan pangan itu disesuaikan dengan jenis dan proses pengolahan produknya, jangka waktu konsumen mengkonsumsinya, distribusi, penyimpanan, dan etalasenya.

Dia mencontohkan untuk jenis makanan yang waktu pembelian dengan mengkonsumsinya tidak terlalu lama seperti pizza dan kue kue basah, biasanya digunakan kertas duplex atau kerdus sebagai kemasannya. “Tapi, kalau untuk adonannya yang harus disimpan di freezer, agar bisa bertahan  sampai tiga bulan, yang digunakan bukan duplex atau kardus tapi plastik,” katanya.

Marketing Manager Packindo, sebuah perusahaan kemasan yang menyediakan kardus bergelombang untuk kemasan pizza, Eko, juga mengatakan kekuatan kardus sangat cocok digunakan untuk kemasan pizza.

Begitu juga dengan produk sarden dan kornet, Hermawan mengatakan kemasan yang digunakan adalah kaleng dan bukan plastik. Menurutnya, hal itu dikarenakan teknologi pengolahan makanan kaleng itu menggunakan panas yang sangat tinggi untuk proses sterilisasinya. “Suhu yang digunakan antara 115 – 117 derajat celcius selama 85 menit jika yang disterilisasi adalah kaleng kecil dan105 menit untuk kaleng besar untuk mematikan mikroorganismenya. Untuk itulah kemasan yang digunakan juga kaleng yang bisa dilaminasi dan bukan plastik,” tuturnya.

Sedang plastik, kata Hermawan, itu biasanya banyak digunakan untuk membungkus snack dan kemasan air minum. Menurutnya, kemasan plastik ini juga ada beberapa jenis dan ketebalannya bervariasi. Untuk snack biasanya digunakan plastik yang transparan, sedang untuk air minum digunakan kemasan plastik yang tebal seperti Polietilen Tereftalat (PET) dan Polikarbonat (PC) yang tahan panas.

“Jadi, perusahaan makanan dan minuman itu menggunakan kemasan tersebut bukan sembarangan, tapi ada maksud dan tujuannya,” ungkapnya.

Dia mengatakan pemilihan kemasan pangan bagi produsen juga untuk mempertimbangkan dari sisi ongkos produksinya.  Produk minuman misalnya, menurut Hermawan, sebenarnya bisa menggunakan kemasan kaca atau kaleng. “Tapi, produsen lebih memilih menggunakan plastik untuk kemasannya. Karena, kalau menggunakan kaca atau kaleng, cost dari kemasannya akan lebih mahal. Proses distribusi dan penyimpannya juga lebih sulit dan butuh ruang penyimpanan yang lebih besar,” ujarnya.

Semua penggunaan bahan kemasan pangan itu sudah diatur dalam Peraturan Badan POM No. 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan. Di sana disebutkan, setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan wajib menggunakan bahan kemasan yang tidak membahayakan kesehatan manusia. Karenanya, bahan kemasan itu juga harus dilakukan penilaian dahulu keamanannya oleh Kepala Badan POM sebelum dapat digunakan sebagai kemasan pangan.

Khusus untuk kemasan plastik, juga sudah ada logo tara pangan dan kode daur ulang yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-IND/PER/2/2010 Tahun 2010 tentang Pencantuman Logo Tara Pangan dan Kode Daur Ulang Pada Kemasan Pangan dari Plastik. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa logo tara pangan adalah penandaan yang menunjukkan bahwa suatu kemasan pangan aman digunakan untuk pangan. Kode daur ulang adalah penandaan yang menunjukkan bahwa suatu kemasan pangan dapat didaur ulang.

Selain memberikan perlindungan dan menjaga mutu produk, pengemasan menjadi sangat penting karena dapat menjadi kunci keunggulan kompetitif dalam industri pangan. Kemasan dapat ditujukan untuk memenuhi keinginan konsumen, memperluas pangsa pasar, memungkinkan biaya lebih rendah, meningkatkan keuntungan, memberikan keunikan suatu produk, dan mempermudah distribusi dan transportasi.

Dalam dunia pemasaran, kemasan produk itu berfungsi sebagai media pemasaran dan branding yang sengaja dirancang untuk membangun brand image dalam benak konsumen. Melalui kemasan yang menarik, pastinya akan membuat semakin banyak calon pelanggan yang akan berminat untuk melihat dan mencoba produk yang ditawarkan. Artinya,  usaha yang dikelola juga akan memperoleh lebih banyak pelanggan.

Karenanya, desain kemasan yang menarik dan atraktif  sering kali menjadi kunci yang tepat. Sebab, dengan memperhatikan secara seksama bagaimana melakukan desain yang tepat dan menarik untuk kemasan produk, maka sedikit banyak hal ini bisa membantu peningkatan bisnis secara optimal.

Kemasan yang dirancang dengan desain yang bagus dan terkonsep dengan matang akan menimbulkan persepsi dalam benak konsumen bahwa produk yang ditawarkan berkualitas bagus. Oleh karena itu, perusahaan besar umumnya memiliki tim khusus yang melibatkan desainer produk maupun desainer grafis profesional untuk merancang kemasan produk yang tak hanya memiliki nilai fungsional, tapi juga nilai estetika yang tinggi.

Bagi konsumen, kemasan dapat membantu mereka mengenali lebih dalam tentang produk yang ditawarkan. Caranya yaitu dengan membaca informasi yang ditampilkan pada kemasan produk. Informasi yang dimuat pada packaging terdiri dari komposisi produk, tanggal kadaluwarsa, cara pemakaian hingga nomor customer service yang memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi lebih jauh.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU