2 February 2026
HomeBeritaGubernur Bali Berharap Ada Pakta Integritas Migran Asal NTT

Gubernur Bali Berharap Ada Pakta Integritas Migran Asal NTT

Denpasar-Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Wagub NTT  Johni Asadoma bersama rombongan kepala daerah daratan Sumba Provinsi NTT diterima Gubernur Bali, Wayan Koster di Kertha Sabha Denpasar, Jumat (30/1/2026). Pertemuan itu membahas perilaku oknum diaspora asal NTT yang mengganggu ketertiban di Bali. Wagub Johni juga menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Gubernur Bali yang ditandai dengan pengalungan kain khas NTT.

Pertemuan itu juga dihadiri Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Chatarina Muliana, Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Wakil Bupati Sumba Tengah, Martinus Umbu Djoka, dan Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere.

Wagub Johni menjelaskan, pihaknya telah mendapat informasi kejadian sebenarnya dari hasil pertemuan dengan Bupati Badung, Bupati Karangasem dan berbagai pihak di Bali. Selain itu, Wagub Johni berharap tetap dapat membangun kerjasama dalam membangun daerah.

Menurut Wagub, pihaknya akan mengatur lebih baik tata kelola pekerja migran sehingga mempunyai identitas kependudukan dan memberi bekal pengalaman kerja dgn mempersiapkan balai pendidikan dan latihan, pemberdayaan paguyuban NTT di Bali dan berencana membangun Badan Penghubung NTT di Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik kedatangan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma bersama rombongan. Menurutnya, Bali merupakan daerah yang sangat terbuka, bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan merupakan daerah pariwisata.

Gubernur berharap, agar mengantisipasi sehingga tidak kembali terjadi. Dia berharap di hulu adanya persyaratan dari Pemerintah setempat kepada warga NTT yang hendak bekerja keluar daerah agar mendapat rekomendasi dari Pemda, lengkap dengan pakta integritas, supaya bekerja dengan baik, menghormati aturan dan budaya di tempat  tinggal.

Selain itu, katanya, diperlukan syarat administratif sehingga Pemerintah Daerah NTT mengeluarkan syarat keluar untuk warganya, maka Bali akan mengeluarkan syarat masuk ke Bali. Gubernur Koster mengatakan, Pemda Bali akan melakukan pendataan dokumen KTP hingga ke tingkat desa/desa adat.

Dalam pertemuan itu, juga terungkap bahwa selama tahun 2025 ada 53 kasus yang melibatkan anak asal Sumba.

Selama berada di Bali, Wagub NTT Johni Asadoma bersama rombongan melakukan kunjungan ke Badung, Karangasem dan melakukan pertemuan dengan berbagai kalangan di Bali, termasuk perwakilan diaspora untuk mengatasi adanya Tindakan negative dari segelintir oknum asal NTT di Bali.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU