SHNet, Magelang— Modinity Fashion Parade (MFP) merupakan ajang fashion tahunan milik Modinity Group yang menghadirkan seluruh ekosistem brand Modinity dalam satu rangkaian pertunjukan.
Lebih dari sekadar peragaan busana, MFP menjadi wadah unjuk ekspresi identitas setiap brand, sekaligus ruang bagi fashion Asia Tenggara untuk tampil percaya diri dengan karakter dan perspektifnya sendiri.
Berpusat di Asia Tenggara, Modinity Group mengusung nilai Modern, Modest, dan Infinite Blessings yang tercermin dalam keberagaman sudut pandang, kekayaan budaya, serta keyakinan bahwa fashion dari Global South memiliki relevansi yang kuat di kancah internasional.
Nilai-nilai ini membentuk Modinity Fashion Parade sebagai platform yang menghadirkan fashion Asia Tenggara dengan pendekatan yang progresif dan kontekstual.
Di satu malam istimewa, Borobudur, situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu ikon budaya Indonesia, menjadi lokasi penyelenggaraan Modinity Fashion Parade 2026. Pemilihan Borobudur menandai tonggak penting dalam perjalanan Modinity Group untuk menghadirkan fashion Asia Tenggara di panggung yang lebih luas, dengan konteks budaya yang kuat.
Modinity Fashion Parade 2026 digelar di ruang terbuka dengan runway sepanjang hampir 125 meter, yang melibatkan lebih dari 200 model dan hampir 1.000 tamu undangan, Sabtu pekan lalu.
Perhelatan ini mempertemukan fashion, budaya, dan komunitas dalam satu ruang dengan nilai sejarah yang tinggi. Borobudur tidak hanya berperan sebagai latar, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman yang memberi makna dan kesinambungan pada pertunjukan.
Mengambil inspirasi dari nilai sejarah lintas generasi yang melekat pada Borobudur, Modinity Fashion Parade 2026 menghadirkan pendekatan storytelling yang memadukan warisan masa lalu dengan arah masa depan. Hal ini juga merefleksikan keyakinan bahwa fashion dapat menjadi sebuah dialog yang terus berkembang, dibentuk oleh keahlian, kesinambungan, dan kehadiran budaya yang abadi.
Modinity Fashion Parade 2026 mengusung tema “Infinite Wonders”, yang merepresentasikan potensi kreatif tanpa batas. Beragam brand dan bahasa desain dirangkai dalam satu narasi runway yang berkesinambungan. Enam brand di bawah naungan Modinity hadir bersama, masing-masing dengan kekuatan dan identitasnya, namun tetap menjadi bagian dari satu cerita besar.
Komunitas menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Para pelanggan hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari ekosistem Modinity yang tumbuh bersama brand. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, menempuh perjalanan darat, laut, dan udara untuk menyaksikan langsung momen ini.
Kehadiran tersebut mencerminkan hubungan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kesinambungan.
Runway Modinity Fashion Parade 2026 menampilkan koleksi dari Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan Rizman Ruzaini, dengan Buttonscarves Beauty sebagai Official Makeup Brand. Tahun ini juga menandai debut Rizman Ruzaini di panggung Modinity Fashion Parade, setelah rumah mode asal Malaysia tersebut resmi bergabung dalam ekosistem Modinity Group pada2025.
Melengkapi rangkaian pertunjukan, penampilan dari Yura Yunita, Marcell Siahaan, dan Katon Bagaskara turut hadir mengiringi jalannya runway, menciptakan suasana yang selaras dengan keseluruhan konsep acara.
CEO Modinity Group, Linda Anggrea, menyampaikan bahwa Modinity Fashion Parade merupakan bagian penting dari perjalanan Modinity dalam membangun ekosistem fashion yang berkelanjutan. “Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh. Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Mengambil inspirasi dari nilai sejarah lintas generasi yang melekat pada Borobudur, Modinity Fashion Parade 2026 menghadirkan pendekatan storytelling yang memadukan warisan masa lalu dengan arah masa depan. Hal ini juga merefleksikan keyakinan bahwa fashion dapat menjadi sebuah dialog yang terus berkembang, dibentuk oleh keahlian, kesinambungan, dan kehadiran budaya yang abadi.
Modinity Fashion Parade 2026 mengusung tema “Infinite Wonders”, yang merepresentasikan potensi kreatif tanpa batas. Beragam brand dan bahasa desain dirangkai dalam satu narasi runway yang berkesinambungan.
Enam brand di bawah naungan Modinity hadir bersama, masing-masing dengan kekuatan dan identitasnya, namun tetap menjadi bagian dari satu cerita besar.
Komunitas menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Para pelanggan hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari ekosistem Modinity yang tumbuh bersama brand. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, menempuh perjalanan darat, laut, dan udara untuk menyaksikan langsung momen ini. Kehadiran tersebut mencerminkan hubungan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kesinambungan.
Runway Modinity Fashion Parade 2026 menampilkan koleksi dari Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan Rizman Ruzaini, dengan
Buttonscarves Beauty sebagai Official Makeup Brand. Tahun ini juga menandai debut Rizman Ruzaini di panggung Modinity Fashion Parade, setelah rumah mode asal Malaysia tersebut resmi bergabung dalam ekosistem Modinity Group pada 2025.
Melengkapi rangkaian pertunjukan, penampilan dari Yura Yunita, Marcell Siahaan, dan Katon Bagaskara turut hadir mengiringi jalannya runway, menciptakan suasana yang selaras dengan keseluruhan konsep acara.
CEO Modinity Group, Linda Anggrea, menyampaikan bahwa Modinity Fashion Parade merupakan bagian penting dari perjalanan Modinity dalam membangun ekosistem fashion yang berkelanjutan. “Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh. Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih kuat bagi cerita yang ingin kami sampaikan,” ujar Linda.
Modinity Fashion Parade 2026 menghadirkan fashion sebagai pengalaman yang utuh di mana koleksi, musik, tata cahaya, dan kekuatan lokasi berpadu, menciptakan momen yang berkesan dan memiliki arti, tidak hanya karena tempatnya, tetapi juga karena pesan yang dibawanya.
Buttonscarves
Buttonscarves merupakan brand fashion asal Asia Tenggara dengan jangkauan global yang terus berkembang. Didirikan dengan visi untuk menghadirkan modest fashion melalui pendekatan modern, desain yang terarah, serta kesadaran budaya, Buttonscarves dikenal lewat inovasi produk dan sudut pandang desain yang kuat.
Koleksi scarf ikoniknya menghadirkan pattern, material, dan craftsmanship sebagai medium bercerita.
Berawal dari sebuah ruang tamu kecil yang berfungsi ganda sebagai studio kreatif, area menjahit, hingga tempat pengemasan, Buttonscarves tumbuh secara organik yaitu satu koleksi, satu komunitas, dan satu cerita dalam setiap langkahnya.
Kini, Buttonscarves beroperasi di berbagai negara Asia Tenggara melalui ekosistem ritel dan digital yang terus berkembang, mencerminkan kedekatannya dengan komunitas yang loyal dan dinamis.
Pertumbuhan brand ini dibangun dengan menjaga relevansi budaya sekaligus membuka diri pada perspektif global. (Stevani Elisabeth)

