21 February 2026
HomeBeritaNasdem Depok Dampingi Pasien PBI BPJS yang Dinonaktifkan

Nasdem Depok Dampingi Pasien PBI BPJS yang Dinonaktifkan

Jakarta-Partai Nasdem Kota Depok terjun langsung untuk mendampingi
rakyat tidak mampu di Kota Depok untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

“Apapun kebijakan pemerintah, bagi Partai Nasdem tidak boleh merugikan masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Depok di Depok,Rabu (18/02/2026)

Menurut Roy, setelah Kementerian Sosial Republik Indonesia menonaktifkan sekitar 11 juta peserta BPJS Kesehatan PBI, Partai Nasdem Kota Depok berusaha memastikan bahwa masyarakat tidak mampu yang BPJS Kesehatan PBInya dinonaktifkan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan cuma cuma.

Roy menjelaskan, dirinya memimpin sendiri untuk turun ke masyarakat, guna melalukan pendampingan kepada pasien miskin yang KIS PBInya nonaktifkan.

“Misalnya, saya mendapatkan informasi ketika ngobrol dengan masyarakat yang KIS PBInya dinonaktifkan, kebetulan sedang hamil tua, selama ini kontrol menggunakan BPJS Kesehatan PBI,” jelas Roy.

Menurut Roy Pangharapan, pemerintah Kota Depok tetap berkomitmen membangun masyarakat tidak mampu untuk tetap mendapatkan pelayanan kesehatan .

“Alhamdulillah Pak Walikota tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan cuma cuma,” tutur Roy Pangharapan.

Dia menjelaskan, Lilis (32) sedang hamil tua, selama ini kontrol menggunakan BPJS Kesehatan PBI dan tidak dipungut biaya.

Namun saat ini Lilis cemas, karena ternyata BPJS Kesehatan PBInya dinonaktifkan sehingga khawatir tidak sanggup bayar. Untuk itu, Roy mendampingi ke Puskesmas dan tidak bayar yang sebelumnya bayar 60.000 pada kontrol hari Senin (16/02/2026).

“Selama ini, kami juga sudah mendampingi banyak pasien yang mengalami kesulitan dalam akses kesehatan. Kami harap pemerintah memastikan agar pasien tidak mampu memperoleh pelayanan sebagaimana mestinya. Kesehatan soal kehidupan, soal kemanusiaan. Nasib rakyat tidak menunggu verifikasi data,” tegas Roy yang juga Ketua DKR Kota Depok ini.(dd)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU