SHNet, Jakarta– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, menyambut baik Global Executive Nexus Program (GENP) yang berfokus pada penguatan kolaborasi positioning ekonomi kreatif antara Indonesia dan Tiongkok. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama delegasi GENP di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Wamen Ekraf menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam membuka peluang kerja sama, khususnya melalui pengembangan jejaring akademik berbasis riset internasional.
“Kami memahami bagaimana rantai pasok kedua negara, Indonesia dan Tiongkok dapat terintegrasi bersama dan kemudian menguasai pasar global. Dengan keahlian talenta atau demografi didalamnya, tentu masing-masing harus bisa melihat peluang internasional sehingga posisi ekonomi kreatif selalu jadi ruang dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ucap Wamen Ekraf Irene.
Wamen Ekraf berharap, pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun tujuan bersama antara Indonesia dan Tiongkok untuk menguatkan riset dan kajian ekonomi kreatif bersama Fudan University. Dengan demikian dukungan terhadap pengembangan kebijakan ekonomi kreatif berbasis data dan statistik terkait 17 subsektor ekraf bisa terpenuhi.
“Indonesia punya sumber daya dan keunggulan yang sangat besar sehingga Kementerian Ekraf harus membuat program yang sejalan dengan arah ekonomi kreatif nasional. Salah satunya, kami punya program Emak-Emak Matic supaya para ibu rumah tangga memahami teknologi baru dan kami melatih mereka jadi pemasar (afiliator) yang mumpuni serta bisa memulai berjualan online. Berarti, peningkatan kapasitas dan kemampuan digital mereka akan lebih terarah,” tambah Wamen Ekraf Irene.
Fudan University menjadi salah satu universitas riset terkemuka di Shanghai, Tiongkok yang berdiri sejak 1905. Menurut Times Higher Education (THE) World University Rangkings 2025, Fudan University berada dalam peringkat 36 dunia. Melalui Center for Southeast Asia & Common Market (SEACM), Fudan University aktif mendorong riset ekonomi regional, kerja sama internasional, dan pertukaran antara akademisi untuk studi kawasan dan kebijakan publik.
Perwakilan GENP Indonesia Working Group, CHEN Chao menyebut, Indonesia memiliki budaya lokal yang kuat. Dengan adanya pertemuan ini menjadi fasilitas pemahaman mendalam tentang pasar dan budaya masing-masing negara.
“Kami siap mendorong kemitraan strategis bersama Kementerian Ekraf karena komitmen Fudan University yaitu mencetak profesional muda serta entrepreneur global secara luas,” jelasnya.
Dalam audiensi ini, Wakil Menteri Ekraf Irene Umar turut didampingi Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala; Plt. Direktur Aplikasi, Wahyu Wicaksono; serta Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf, Siamwahyuni. Audiensi juga turut dihadiri Executive Director of SEACM 2, BAI Yun beserta perwakilan GENP Indonesia Working Group, William Hadi Tarjanto dan Irvan Faisal. (Stevani Elisabeth)

