SHNet, Denpasar-Sebanyak 7 (tujuh) peneliti belia Indonesia kembali berlaga di ajang lomba penelitian tingkat internasional yang bernama The 13th Asia-Pacific Conference of Young Social Scientists (APCYS 2024), yang berlangsung di Malaysia, pada tanggal 15 hingga 19 September 2024. International Steering Committee APCYS teleh menetapkan Malaysia sebagai tuan rumah APCYS 2024, dan diselenggarakan oleh Malaysia Young Scientist Organization (MYSO) di Bayou Lagoon Resort Hotel, di Malaka.
Tim Indonesia ini adalah para siswa dan siswi dengan penelitian terbaik pada Lomba Peneliti Belia Nasional 2023, yang sebelumnya disaring dari Lomba Peneliti Belia tingkat provinsi. Tim membawakan 5 (lima) judul penelitian dalam bidang Mathematics, Computer Science, Environmental Science, dan Life Sciences. Penghargaan yang berhasil diperoleh adalah 3 medali emas, 2 medali perak dan 1 Best Poster.
Tim Indonesia bersaing dengan 72 siswa dari 12 negara peserta lainnya: Guam, Mexico, Malaysia, Mongolia, Taiwan, Thailand, Itali, Bosnia, Iran, Nepal dan Filipina.

Hasil perolehan secara lengkap sebagai berikut:
Di bidang Mathematics, medali emas direbut oleh Mohammad Fikri Al Dzaki Arifbillah dari MAN 1 Jembrana Bali (Analysis of Loloan Woven Sarong Motifs Based on Geogebra and Wallpaper Group).
Jeanetta Yonatan Kandani & Giovanni Cheryl Leang dari SMA Cita Hati Surabaya berhasil meraih medali perak di bidang Mathematics, sekaligus penghargaan Best Poster untuk riset berjudul Mixed Integer Linear Programming for Landfill Expansion and Operations Optimization.
Selanjutnya medali emas di bidang Computer Science diraih oleh Fhilip Yanus dari SMA Bangun Insan Mandiri Medan (Spaced Learning), dan medali emas di bidang Life Sciences diraih oleh Gabriel Jaden Wijaya dari SMA Swasta Santo Nicholas Medan (Custom Insoles for a Better Life).
Siswa SMA Tarakanita Magelang, Noviningtyas & Valeria Catania Setyawan berhasil mendapatkan medali perak di bidang Environmental Science (The Effectiveness of Eco-Enzyme as Basic Ingredient for Making Liquid Soap).
Tujuan diselenggarakannya lomba ini adalah untuk mempromosikan sains di kalangan siswa sekolah menengah. Melalui kegiatan ini juga diharapkan siswa semakin siap untuk menempuh jenjang studi yang lebih tinggi, khususnya dalam kemandiria belajar serta menerapkan cara berpikir ilmiah.
Rombongan Tim Indonesia dipimpin oleh Dr. Monika Raharti, Direktur Center for Young Scientists (CYS) Indonesia, yang juga menjabat sebagai Presiden APCYS. Tim Indonesia telah mendapatkan pembinaan penelitian secara intensif dari pakar penelitian CYS selama 6 bulan.
Selamat kepada peneliti belia Indonesia yang telah membawa nama Indonesia dan berprestasi di kancah Internasional. Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak termasuk para guru pembimbing penelitian, para orang tua, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moral dan materil. (sur)

