SHNet, Bandung- Setelah tiga tahun vacum akibat pandemi Covid-19, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat menggelar ekshibisi dan pertunjukan busana dengan konsep Fashion dan Nationality (FASHIONALITY) 2022, di Trans Convention Center Bandung, Rabu (24/8).
Mengusung tema “Modest est Mode”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 24-26 Agustus 2022. Sebanyak 60 perancang anggota APPMI menampilkan karya-karya terkini mereka.
Ketua APPMI Jawa Barat, Harry Ibrahim mengatakan, pertumbuhan
industri busana muslim di Jawa Barat sangat pesat.
“Jawa Barat merupakan produsen terbesar untuk bisnis busana muslim,” ujarnya.
Ia menjelaskan, “Modest est Mode” mengedepankan padu padan gaya, material dan unsur lokal sebagai pembentuk budaya nasional dengan unsur Busana muslim modern yang universal.

“Ada 60 perancang akan menampilkan karya terkini mereka yang sangat signifikan untuk memberikan informasi kepada teman-teman di bidang fashion. Kita ingin para perancang ini bisa kasih info fashion dan trik bisnis fashion. Kami juga akan melantik 4 anggota baru. Mudah-mudahan keempat desainer ini dapat memberikan sumbangsih lewat karyanya dan turut membantu industri fashion di Jabar,” papar Harry.
APPMI juga mengangkat konsep sustainable fashion yakni konsep yang mengedepankan kualitas produk dan cara produksi yang ramah lingkungan. Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan konsep eco fashion yang mendukung kelestarian alam, serta mampu membawa nama fashion Indonesia di kancah industri fashion dalam dan luar negeri.
Kepala Devisi Bank Indonesia (BI) Tanti Mulyati mengatakan, BI mendukung kelestarian lingkungan.
Menurutnya, tren aktivitas perekonomian dunia saat ini menuju ke green eco. Produk Ekraf Jabar yang mendukung green eco seperti pewarna alam dan recycle fashion.
FASHIONALITY 2022 juga dimeriahkan oleh 14 model kepala daerah yang mengenakan wastra dari Jawa Barat.
Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono mengapresiasi acara tersebut.
Menurutnya, Jawa Barat memiliki industri fashion yang berkembang sangat besar dari hulu ke hilir.
Lini mode fashion Jabar terbesar di Indonesia.
“APPMI memperhatikan Modest est Mode” sebagai upaya rintisan World Modest Fashion Week pertama di Indonesia yang akan digelar tahun depan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendukung penuh perhelatan “Modest est Mode” guna mendukung produk lokal Indonesia.
“Fashion memiliki potensi yang besar di Indonesia setelah kuliner,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)

