15 June 2026
HomeBeritaEkonomiAgen Asuransi Harus Survive di Tengah Gejolak Global

Agen Asuransi Harus Survive di Tengah Gejolak Global

SHNet, Jakarta– Dalam rangka memperingati HUT ke-6 Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) pada 18 Oktober 2022, PAAI akan menyelenggarakan webinar yang bertajuk “Stronger Together”.

Ketua Umum PAAI, Lucia Wenny mengatakan, hal ini merespon kondisi saat ini bahwa setelah Covid yang mulai melandai, dan pertumbuhan ekonomi yang kembali meningkat, ada gejolak global yang harus dihadapi seperti inflasi dan kenaikan suku bunga, yang praktis tidak terlalu mudah dilewati.

Wenny menjelaskan, agen asuransi harus cepat beradaptasi dengan kondisi yang terjadi secara global, harus memahami kelebihan dan kemampuan untuk dapat menciptakan kekuatan bersama, dan mengaplikasikannya melalui strategi baru.

Sehingga tetap survive di tengah gejolak global akibat geopolitik, krisis energi yang berdampak pada inflasi dan kenaikan suku bunga. Saling bergandeng tangan dan saling support adalah modal untuk tetap menjadi kuat dan bertahan.

Selain itu, Wenny juga menambahkan bahwa PAAI juga melakukan sosialisasi manfaat produk asuransi, dengan melakukan road show ke empat kota besar (Medan, Lampung, Jakarta, Surabaya).

“Sosialisasi ini penting untuk mengedukasi masyarakat bahwa asuransi adalah proteksi. Asuransi telah memberi banyak manfaat bagi masyarakt. Bisa dishare data bahwa sudah 500 triliun masyarakat menikmati klaim asuransi baik klaim sakit kritis, klaim cacat tetap total, klaim kecelakaan, klaim meninggal dunia. Terlebih lagi saat pandemi ini ditotal sudah triliunan perusahaan asuransi membayarkan klaim Covid,” jelas Wenny.

Ketua Panitia HUT ke-6 PAAI Bonita Larope menjelaskan, dalam Webinar HUT ke-6 PAAI yang bertema Stronger Together ini akan diisi oleh pembicara-pembicara handal baik dari luar negeri dan dalam negeri. Antara lain, Dr. Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia; dan Jenny Yeoh Tan Fung, praktisi sukses dari Malaysia. Sosok agen international yang hebat dan sangat berhasil dengan kualifikasi 19 tahun member MDRT (Million Dollar Round Table).

Konsep sisih

Bonita menambahkan, dalam menghadapi tantangan terhadap inflasi, pihaknya melakukan edukasi kepada masyarakat.

“Kita harus merubah mainset kita untuk menyisihkan, bukan konsep sisa. Jadi konsep sisih yang harus diterapkan. Kalau kita terapkan konsep sisih, apapun utk asuransi bisa dibayarkan,” ujarnya.

Makanya, banyak asuransi yang menciptakan produk untuk menjangkau masyarakat menengah ke bawah.

Founder PAAI Wong Sandy menambahkan, saat agen asuransi melakukan edukasi ke masyarakat, jangan langsung bicara soal asuransi.

“Kalau langsung bicara asuransi, orang akan senep, bukan senang. Bicara asuransi bukan proteksi, tetapi memperpanjang kehidupan,” kata Sandy. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU