Banda Aceh – Hendro Saky resmi dilantik sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh periode 2025–2030 dalam sebuah acara yang dirangkaikan dengan malam apresiasi Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat malam.
Pelantikan dilakukan oleh Dewan Pakar JMSI Pusat, Hendry Ch Bangun, yang mewakili kepengurusan pusat organisasi perusahaan media siber tersebut.
Dalam sambutannya, Hendro Saky menegaskan bahwa JMSI merupakan wadah berhimpunnya pemilik perusahaan pers yang memiliki komitmen untuk mendorong profesionalisme media dan memastikan perusahaan pers anggotanya memenuhi standar yang ditetapkan Dewan Pers.
Menurutnya, JMSI Aceh akan terus berupaya melahirkan produk jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik serta prinsip-prinsip pers yang profesional.
“Seluruh pemberitaan yang disiarkan perusahaan pers yang tergabung dalam JMSI Aceh harus dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga berkomitmen mewujudkan perusahaan pers yang sehat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah,” kata Hendro.
Pada kesempatan yang sama, JMSI Aceh juga memberikan penghargaan Garda Kemanusiaan kepada sejumlah tokoh, instansi, dan badan usaha yang dinilai berperan besar dalam penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025.
Hendro menjelaskan, penerima penghargaan dipilih melalui proses kurasi yang dilakukan tim yang ditunjuk JMSI Aceh berdasarkan kontribusi nyata mereka dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kurator yang ditunjuk JMSI Aceh telah memilih para pihak yang terlibat langsung sebagai Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh,” ujarnya.
Penghargaan untuk Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, diterima oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Hubungan Kerja Sama, Dr Husnan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Hendry Ch Bangun.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Kepala Satgas Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, serta Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Nasri Djalal.
JMSI Aceh turut memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam aksi kemanusiaan saat bencana terjadi. Mereka adalah dr Cut Sheira Elnita Sp.OG, Nasruddin atau yang dikenal sebagai Nyak Din Samalanga, serta Mahlizar Safdi.
Sementara untuk kategori badan usaha, penghargaan diberikan kepada PT Medco E&P Malaka, Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh, PT Bank Aceh Syariah, PT Solusi Bangun Andalas, PT Pema Global Energi (PGE), dan Triangle Pase Inc.
Acara tersebut juga dihadiri Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Edy Suharmanto, serta Bendahara Umum JMSI Pusat, Akhiruddin Mahyuddin.
Adapun susunan pengurus JMSI Aceh periode 2025–2030 yang dilantik terdiri atas Azhari sebagai Dewan Pembina dan Zulfadhli sebagai Dewan Pakar. Pada jajaran pengurus harian, Ihsan Yunadi menjabat Wakil Ketua, Gito Rolis sebagai Sekretaris, Junaidi sebagai Bendahara, dan Hendra Saputra sebagai Wakil Bendahara.
Struktur organisasi JMSI Aceh juga diperkuat sejumlah bidang, yakni Muhammad Irfan dan Fery Saputra pada Bidang Organisasi, Iranda Novandi dan Ranti pada Bidang Jurnalisme Berkualitas, Masrizal dan Iskandar pada Bidang Platform Digital, Fachrul Razi dan Ichdar Ifan pada Bidang Potensi Daerah, Ismail dan Dedi pada Bidang Usaha dan Pendanaan, Muhammad Balia dan Husni pada Bidang Hubungan Antar Lembaga, serta Imran Joni dan Fauzi Yudha pada Bidang Hukum dan Advokasi. Sementara Dedi Irawan dipercaya sebagai Kepala Sekretariat JMSI Aceh. Tampilkan lebih sedikit
Ketua JMSI Aceh Dilantik, dari Satgas PRR Hingga Kepala Daerah Terima Penghargaan

