16 July 2026
HomeBeritaSuanggi: Ilmu Kutukan Angkat Horor Berakar dari Budaya Indonesia Timur, Tayang September...

Suanggi: Ilmu Kutukan Angkat Horor Berakar dari Budaya Indonesia Timur, Tayang September 2026

SHNet, Jakarta – Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui Suanggi: Ilmu Kutukan, film yang terinspirasi dari warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur. Film produksi Mutiara Films dan Subtube Studio ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 10 September 2026.

Berbeda dengan banyak film horor Indonesia yang mengangkat mitos dari Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan mengambil inspirasi dari kisah Suanggi yang dikenal luas di Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, dan sejumlah wilayah Indonesia Timur lainnya.

Cerita mengenai Suanggi memiliki beragam versi di setiap daerah. Ada yang menggambarkannya sebagai sosok lelaki atau perempuan tua, ada yang mengaitkannya dengan mata merah menyala, hingga wujud bola api. Melalui film ini, kisah tersebut diadaptasi menjadi karya fiksi yang tetap menghormati nilai budaya lokal sekaligus menghadirkan cerita yang relevan bagi penonton masa kini.

Sutradara Suanggi: Ilmu Kutukan, Dom Dharmo, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang sangat besar dan layak mendapat ruang lebih luas dalam industri kreatif.

“Kami menelusuri lebih dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja di Nusantara. Film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia,” ujar Dom Dharmo dalam acara peluncuran teaser poster dan teaser trailer di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam proses produksinya, tim kreatif menggabungkan riset budaya, pengembangan karakter, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang untuk membangun atmosfer horor yang autentik.

Salah satu produser film, Bona Pascal, menegaskan bahwa film ini menjadi upaya menghadirkan perspektif baru dalam perfilman Indonesia sekaligus merepresentasikan budaya masyarakat Indonesia Timur.

“Kami ingin menghadirkan suasana berbeda dalam perfilman Indonesia, tidak hanya berfokus pada cerita dari Indonesia Barat. Suanggi adalah kekuatan yang sangat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Pada awalnya, ilmu ini tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang jahat karena digunakan untuk membantu penyembuhan, mencari nafkah, dan berbagai tujuan baik. Namun ketika disalahgunakan, maknanya berubah,” kata Bona.

Acara peluncuran teaser turut dihadiri oleh Evelin P.M. Pangalila yang mewakili Executive Producer Ernes Yauwalata, para produser Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, dan Firdauzi Trizkiyanto, serta para pemain seperti Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Stany Imbiry, Atina Akinoref, Obi Mesakh, dan Hendra Louis “Botak Bicara”.

Aktris Carissa Perusset mengaku film ini memberinya pengalaman baru karena harus mempelajari budaya yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

“Saya memerankan Gia yang merupakan orang luar dan menjadi kekasih Beni. Persiapannya banyak dibantu oleh coach dan teman-teman pemain dari Papua. Karakter Gia cukup dekat dengan saya karena sama-sama introvert, tetapi tetap banyak hal baru yang saya pelajari selama proses syuting,” ujarnya.

Sementara itu, Iwa K yang memerankan karakter Aroba mengungkapkan tantangan terbesar adalah mempelajari dialek dan karakter yang berasal dari latar budaya berbeda.

“Kami banyak dibantu coach dan sesama pemain. Proses observasi karakter dan riset menjadi pengalaman yang sangat menarik. Energi besar dari cerita Suanggi ini yang kemudian kami tuangkan ke dalam film,” kata Iwa K.

Komedian asal Papua, John Yewen, yang berperan sebagai Bapa John juga mengaku tertantang memerankan sosok pastor dalam film tersebut.

“Menjadi pastor sebenarnya cita-cita yang diinginkan mama untuk saya. Akhirnya tercapai meski hanya lewat akting. Saya yakin mama akan bangga melihat saya di film ini,” ujarnya.

Sinopsis

Suanggi: Ilmu Kutukan mengisahkan Beni (Pangeran Lantang), pria yang terlilit utang ratusan juta rupiah dan memutuskan kembali ke kampung halamannya di Pulau Kladum bersama kekasihnya, Gia (Carissa Perusset). Di balik alasan menjenguk ibu angkatnya, Mama Lin (Dayu Wijanto), yang sedang sakit keras, Beni sebenarnya memiliki tujuan lain, yakni mencari harta tersembunyi keluarganya untuk melunasi utang.

Kepulangan Beni setelah 13 tahun meninggalkan kampung halaman justru memicu teror mengerikan. Ia menjadi sasaran serangan gaib yang dikirim Aroba (Iwa K), seorang Suanggi yang meneror keluarga Mama Lin dan warga Pulau Kladum melalui kawanan lalat mematikan. Teror tersebut perlahan mengungkap rahasia kelam yang selama ini disembunyikan Beni.

Menggabungkan unsur horor, drama keluarga, dan budaya lokal, Suanggi: Ilmu Kutukan diharapkan menjadi salah satu film yang memperkenalkan kekayaan folklor Indonesia Timur kepada khalayak yang lebih luas melalui medium sinema modern.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU