SHNet, Jakarta– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bergerak cepat mengimplementasikan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045. Salah satu langkah konkretnya adalah membahas peluang kolaborasi strategis dengan Universitas Sahid untuk mempercepat lahirnya talenta kreatif, inkubasi startup, dan penguatan riset industri.
“Rindekraf 2026–2045 telah ditetapkan sebagai arah pembangunan ekonomi kreatif nasional dalam 20 tahun ke depan. Saya melihat kompetensi yang dimiliki Universitas Sahid selaras dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Keselarasan tersebut menjadi modal yang baik untuk mengembangkan kolaborasi dalam penguatan talenta, riset, dan inovasi ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, saat menerima audiensi Universitas Sahid di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (14/7).
Dalam pertemuan tersebut, Universitas Sahid menyampaikan enam usulan program kolaborasi strategis yaitu Creative Hub Kampus dan Beasiswa Konten Kreator, Desa Kreatif melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat, Kolaborasi Heksaheliks Tingkat Kampus, Inkubasi dan Akselerasi Startup Kreatif, rekognisi pembelajaran bagi pelaku ekonomi kreatif melalui konversi SKS, serta sosialisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi kreator konten.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan, seminar, workshop, kompetisi, pendampingan UMKM, dan pengembangan riset sebagai penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Ekraf menyampaikan bahwa sejumlah program yang diajukan telah sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Ekraf, khususnya pengembangan Desa Kreatif, Creative Hub, dan talenta ekonomi kreatif. Menurutnya, pembahasan teknis perlu segera dilakukan agar sejumlah program prioritas dapat ditindaklanjuti, termasuk kolaborasi bersama asosiasi kreator konten, pengembangan inkubasi startup kreatif, serta sosialisasi NIB bagi kreator konten.
Rektor Universitas Sahid, Giyatmi, menyampaikan kesiapan kampus untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui kapasitas akademik yang dimiliki.
“Kami berharap ada banyak hal yang dapat dikolaborasikan sesuai kapasitas Universitas Sahid. Apapun yang memiliki irisan dengan ekonomi kreatif, kami siap berkontribusi melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia serta kemajuan bangsa dan negara,” ujar Giyatmi.
Universitas Sahid merupakan perguruan tinggi swasta nasional yang berada dalam ekosistem Sahid Group dengan enam fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Dalam kesempatan tersebut, Universitas Sahid juga memaparkan komitmennya dalam mencetak talenta kreatif melalui program kewirausahaan mahasiswa, penguatan industri kreatif berbasis kampus, serta skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan capaian pengalaman profesional dan karya pelaku ekonomi kreatif dikonversi menjadi satuan kredit semester sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain membahas peluang kolaborasi, Universitas Sahid turut mengundang Menteri Ekraf untuk menjadi keynote speaker pada International Conference on Community Development (ICCD) yang akan diselenggarakan pada 14 Oktober 2026. Melalui audiensi ini, Kementerian Ekraf dan Universitas Sahid berkomitmen menindaklanjuti pembahasan teknis guna memperkuat pengembangan talenta, riset, inovasi, dan kewirausahaan sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional. (Stevani Elisabeth)

