21 April 2026
HomeBeritaKCJB, Tonggak Ekonomi dan Modernisasi Perkeretaapian Indonesia

KCJB, Tonggak Ekonomi dan Modernisasi Perkeretaapian Indonesia

SHNet, Jakarta – Indonesia dan China baru saja rampung melaksanakan uji dinamis kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kereta inspeksi yang diujicobakan melintas dengan kecepatan maksimal 80 km/jam dari stasiun Tegalluar ke Casting Yard 4 di Kopo.

Keberadaan KCJB diprediksi bakal membuka simpul perekonomian baru di sepanjang trase kereta cepat sepanjang Jakarta hingga Jawa Barat. Hal tersebut juga diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menghadiri uji dinamis KCJB di Stasiun Tegalluar pada Rabu (16/11/2022) lalu.

“Bayangkan dengan kecepatan sekarang ekonomi Jabar sudah luar biasa, apalagi dengan adanya kereta cepat, 90 persen lebih kereta cepat akan berdampak positif pada Jabar,” kata Ridwan Kamil.

Optimisme tersebut disampaikan Gubernur Emil, sapaan Ridwan Kamil, bukan tanpa alasan. Dia mengatakan, belum beroperasi saja, KCJB telah menyerap 13 ribu tenaga kerja lokal yang dipekerjakan dalam proyek tersebut.

Hal itu belum ditambah lagi pajak dari tanah yang dipergunakan untuk seluruh fasilitas kereta cepat buatan Indonesia-China tersebut. Begitu juga dengan potensi perkembangan kota-kota baru yang dilewati oleh kereta cepat seperti Tegalluar, Karawang dan kota-kota lain.

Kehadiran KCJB diyakini dapat mengurangi kemacetan, mengurangi emisi dan penggunaan BBM hingga menghemat waktu perjalanan. Potensi pengembangan kawasan baru yang memicu pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas dan kemudahan pengguna, peluang usaha khususnya UMKM yang dapat menimbulkan multiplier effect yang menimbulkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kehadiran KCJB juga akan menjadi alternatif moda transportasi massal yang lebih efisien dan modern yang akan meningkatkan kinerja sistem jaringan transportasi. Dengan KCJB, jarak Jakarta-Bandung dapat ditempuh dengan waktu 40 menit saja dari biasanya sekitar 3 jam 20 menit atau 200 menit.

KCJB juga akan meminimalisir polusi udara atau karbon yang dihasilkan dari bahan bakar kendaraan fosil. Hal tersebut mengingat kereta cepat dapat mengangkut 31.125 orang per hari atau 601 orang sekali jalan. Kereta juga tidak menggunakan bahan bakar fosil namun bergerak memakai listrik.

“Tinggal di Bandung dan kerja di Sudirman-Thamrin Jakarta, sekarang menjadi mungkin. Karena konsep jarak bukan lagi ‘berapa jauh’ tapi ‘berapa lama’,” kata Emil.

Emil berharap KCJB sudah dapat beroperasi pada Juni 2023 mendatang sehingga dapat meningkatkan ekonomi Jawa Barat dan DKI berlipat-lipat. Dia melanjutkan bahwa jika nantinya proses KCJB berhasil maka pemerintah bakal merancang pergerakan kereta sampai Surabaya.

“Doakan jika lancar, tahap berikutnya adalah rute Bandung-Kertajati-Purwokerto-Yogya-Madiun-Surabaya. Diharapkan investasi lebih murah karena rutenya melipir jalan tol sehingga tidak banyak pembebasan lahan,” katanya.

Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan bahwa KCJB menjadi tonggak modernisasi transportasi perkeretaapian di Indonesia. Dia mengatakan bahwa saat diluncurkan nanti maka Indonesia nantinya akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kereta cepat.

“Teknologi yang digunakan pada Kereta Cepat Jakarta Bandung menggunakan fitur kereta cepat China yang sangat canggih, teruji, dan berkelas dunia, diantaranya jalur lintasan yang berstandar internasional yang disesuaikan dengan kondisi geologis Indonesia,” katanya.

KCJB menggunakan sistem kontrol kereta Chinese Train
Control System Level 3 (CTCS-3) dan fitur cabin noise yang mampu meredam getaran dan kebisingan secara optimal walau dalam laju sangat cepat. KCJB mampu melesat dengan kecepatan 420 km/jam dan kecepatan operasional 350 km/jam.

Kereta inspeksi ini akan dioperasikan setiap hari sebelum jalur digunakan untuk kereta penumpang yang nyaman, modern, lebih luas dan ramah difabel. Dwiyana mengatakan, seluruh konstruksi layang, jembatan dan terowongan telah selesai.

Di sisi lain pemasangan rel di jalur utama dari arah Bandung menuju Jakarta masih berlangsung. Dia melanjutkan bahwa saat ini berbagai persiapan jelang operasional pun berjalan tanpa hambatan.

“Berkat dukungan semua pihak, para kontraktor, pemerintah pusat dan daerah, investor, dan tentunya masyarakat Indonesia, KCJB sudah mencapai berbagai milestone penting,” kata Dwiyana.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU