SHNet, Jakarta– Perkembangan teknologi dan penetrasi internet yang pesat telah mengubah cara kita berinteraksi dan
bertransaksi.
Menurut CEO of Insight First Group, Marlina Iryatie, 3 tahun yang lalu, masyarakat mengenal sosial media (Sosmed) dan e-commerce secara terpisah.
Seiring dengan kemajuan teknologi,
muncullah social e-commerce.
Salah satu platform yang muncul sebagai kekuatan baru dalam industri perdagangan digital adalah TikTok. Sebagai platform berbagi video pendek yang sedang populer di kalangan pengguna muda, telah berkembang menjadi fenomena global.
Namun, tidak hanya sekadar menjadi platform hiburan semata, TikTok juga telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam pertumbuhan social commerce di
Indonesia.
Sebuah penelitian dalam jurnal “The Impact of TikTok on Social Commerce: A Case Study of Indonesia” oleh
Lee, S., & Kim, H. (2020), menunjukkan bahwa TikTok memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk
perilaku konsumen dan memengaruhi keputusan pembelian. Pengguna TikTok di Indonesia cenderung
lebih terlibat dalam aktivitas belanja online, dan platform ini memainkan peran penting dalam mengarahkan preferensi konsumen terhadap merek dan produk tertentu.
Lebih lanjut dengan ekosistem afiliatornya, TikTok memberikan peluang bagi individu, khususnya ibu rumah tangga, influencer, dan merek untuk menghasilkan pendapatan tambahan dan memperluas bisnis mereka.
Dengan pengguna yang semakin banyak (pengguna aktif tercatat 113 juta per April 2023, dari CNBCIndonesia), dan popularitas TikTok yang terus meningkat, ekosistem afiliator TikTok dapat menjadi platform yang menarik untuk pertumbuhan ekonomi dengan menghubungkan pengguna dengan merek atau produk yang relevan.
Peluang ini, dimanfaatkan oleh Insight First Indonesia untuk memasarkan buku-buku nonfiksi,salah satunya melalui platform social-commerce tersebut. Sebuah cara non-konvensional yang pada awalnya dulu masih dipandang sebelah mata, namun saat ini menjadi begitu fenomenal.
Di saat banyak toko buku konvensional yang berguguran, dan maraknya issue bahwa minat baca orang Indonesia yang rendah, Insight First Indonesia sebaliknya justru mampu menjual beragam buku non-fiksi motivasi dan bisnis hingga puluhan ribu eksemplar, salah satunya melalui jalur distribusi affiliate social commerce.
Sejak dirilis dua tahun lalu, buku “Quranic Law of Attraction” yang diterbitkan oleh Insight First Indonesia, telah memperoleh perhatian yang luar biasa dan menjadi best-selling book di genre buku pengembangan diri, dan terjual lebih dari 50.000 eksemplar. Konten dan pendekatan yang relevan yang di tuangkan dalam buku tersebut telah membuat pembacanya merespon serta memberi review yang positif.
Inti dari buku “Quranic Law of Attraction” (QLOA) ini memberikan pembaca kesempatan untuk lebih
memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam sambil mengintegrasikannya dengan sains Hukum
Ketertarikan. Dengan menekankan pentingnya mengkolaborasikan doa, rasa syukur, dan sabar secara
bersamaan, buku ini memberikan wawasan dan panduan berharga bagi individu yang mencari pertumbuhan pribadi, keberhasilan, dan pencerahan spiritual.
Dalam waktu yang relatif singkat sejak dirilis, buku ini juga telah mengukir catatan sebagai buku motivasi Islami terlaris yang dicari oleh masyarakat Indonesia di platform social commerce. Keberhasilan ini tidak lepas dari tiga hal yang secara konsisten kami lakukan, yaitu:
1. Menentukan platform yang relevan dan tepat serta strategi pemasaran yang holistik dalam membangun brand awareness dan mengkomunikasikan manfaat yang ditawarkan, untuk
mengedukasi dan menghadirkan minat baca konsumen.
2. Merancang strategi promosi yang fokus pada konten yang inovatif dan relevan yang mampu menarik minat membeli konsumen. Adalah penting berkomunikasi dengan audiens kami melalui
media yang mereka nikmati dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui berbagai platform digital. Konten yang inovatif berhasil akan menarik perhatian konsumen, menciptakan
buzz positif di media sosial, dan memicu keinginan untuk memiliki buku QLOA.
3. Berbaur dengan ekosistem dan mengelola affiliator melalui program “Pejuang Kebaikan InsbookStore”.
Melalui program ini, kami memberikan kesempatan kepada individu atau kelompok
yang tertarik bergabung mempromosikan dan menjual buku-buku InsbookStores (nama toko buku binaan Insight First Indonesia).
Hasilnya, program afiliasi kami telah menciptakan dampak ekonomi yang positif dengan memberikan peluang penghasilan tambahan kepada affiliator, khususnya ibu Rumah Tangga.
Dalam beberapa bulan saja, telah terdapat peningkatan signifikan jumlah affiliator yang bergabung dengan program tesebut, yaitu lebih dari 14.000 affiliator, dimana 80%nya adalah ibu Rumah Tangga.
Peran Insight First Indonesia dalam memberdayakan ibu rumah tangga sebagai afiliasi TikTok dirasakan cukup mengubah peta-permainan dalam hal pertumbuhan ekonomi dari rumah.
Dengan memanfaatkan potensi besar platform media sosial seperti TikTok, ibu rumah tangga diberi kesempatan untuk menjalankan usahanya sendiri, tanpa modal berarti, serta berkesempatan menghasilkan pendapatan dari kenyamanan rumah mereka sendiri. (Stevani Elisabeth)

