SHNet, Malang – Sudah sepekan terakhir, masyarakat di Malang Raya resah lantaran sulit mendapatkan elpiji 3 kg. Kelangkaan elpiji melon itu disebabkan tingginya permintaan serta keterlambatan pasokan gas bersubsidi ini.
Di Kota Batu, hingga Kamis (27/7) pagi, warga masih mengantri berjam-jam di agen pangkalan gas, demi mendapatkan satu tabung melon hijau tersebut.
Antrian warga sempat mengular di agen elpiji Jl Lesti dan agen di Jl. Dewi Sartika. Bahkan di Jl Dewi Sartika yang berlokasi di barat Pasar Induk Batu itu, minta pembelinya menunjukkan KTP, agar penjualan merata dan tepat sasaran.
Sedangkan agen di Jl. Suropati melalukan cara unik. Agen LPG sekaligus toko pracangan itu tidak memajang tabung-tabung melon hijau seperti biasa, sehingga tidak terlihat layaknya agen penjualan gas. Pemiliknya memilih menjual gas subsidi 3 kg itu hanya pada pelanggan – pelanggan yang dikenalnya saja.
‘’Kalau bukan pelanggan, tidak dilayani. Itu pun satu pelanggan hanya satu tabung melon,’’ jelas Evi, pemilik agen LPG Jl. Suropati, Rabu pagi.
Sementara, Sumiati mengaku rela mengantri berjam-jam di agen Jl Dewi Sartika agar bisa memasak dan berjualan kembali Menurut penjual cilok keliling ini, sudah tiga hari tidak berjualan karena kelangkaan gas melon. “Sudah 3 hari tidak masak karena elpiji habis,’’ keluhnya.
Kelangkaan elpiji 3 Kg juga berdampak pada melonjaknya harga tabung gas di beberapa tempat. Di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji harga jual mencapai Rp 27 ribu per tabung. Sedangkan harga normal sekitar Rp 18-20 ribu per tabung.
Kadis Kumkoperindag Kota Batu, Eko Suhartono membenarkan kelangkaan elpiji melon pada seminggu terakhir ini. Hal itu karena distribusi ke masing-masing agen libur pada hari tanggal merah, 19 Juli kemarin. Ini juga terjadi setiap ada tanggal merah atau hari besar (kecuali Minggu).
“Kuota di agen-agen tetap. Terjadi kelangkaan karena ketika tanggal merah (hari besar) tidak ada pengiriman. Sehingga terjadi kekosongan tabung ke toko-toko dari agen,” bebernya.
Di samping itu, sepanjang Juli hingga Agustus ada banyak acara selamatan desa maupun hajatan masyarakat yang dilakukan secara bersamaan. Akibatnya stok elpiji semakin menipis.
Eko menambahkan, Pemkot sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan elpiji 3 kg, sekaligus sebagai operasi pasar . Sejak Selasa kemarin Pertamina mulai menggelontorkan 1470 tabung ke sekitar 100 agen LPG di Kota Batu. Di tingkat agen, harga LPG 3 Kg dijual seharga Rp 16.000. Diharapkan segera memenuhi kebutuhan kekurangan stok yang terjadi saat ini.
Kebutuhan elpiji 3 Kg di Kota Batu rata-rata sekitar 12.260 MT per hari. Namun sejak pandemi Covid 19 berakhir, tiap akhir pekan Kota Wisata Batu ini selalu dibanjiri wisatawan. Jumlahnya bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kedatangan wisatawan pasti linier dengan kebutuhan kuliner, sehingga hampir di setiap minggu ada peningkatan kebutuhan. Kebutuhan elpiji 3kg saat ini mencapai 13.483 tabung per hari. Karena itu Pemkot Batu telah berkirim surat ke Dirjen Migas, dengan nomor Surat : 510/2193/422.113/2023 tanggal 21 Juli 2023. Agar ada penambahan kuota elpiji 3kg untuk Kota Batu menjadi 13.091 MT.
Di Kota Malang Juga Langka
Wali Kota Malang Sutiaji membenarkan kelangkaan di wilayahnya. Namun dia memastikan kelangkaan elpiji 3 Kg bukan karena permainan agen atau distributor. Sebab, stok elpiji 3 Kg yang tersedia masih aman. ”Sebenarnya stok masih aman. Saya sudah cek, tidak ada permainan di tingkat agen atau distributor,” ujar Sutiaji.
Menurut Sutiaji, hari libur yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi penyebab kelangkaan elpiji 3 Kg. Pasalnya, distributor juga sedang libur. Untuk mengatasi kelangkaan, Pemkot telah minta tambahan stok elpiji 3 Kg ke Pertamina. Hanya penambahan stok tersebut ternyata masih belum bisa memenuhi kebutuhan warga.
Pertamina Imbau Masyakat Beli Elpiji Di Pangkalan
Section Head Communication and Relations Pertamina Patra Niaga (PN) Region Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan memastikan penyaluran elpiji 3 Kg di Malang Raya sesuai porsi.
Taufik mencontohkan pasokan elpiji 3 Kg di Kota Batu dalam keadaan aman mencapai 13.483 tabung sehari. Sedangkan jumlah pasokan ke Kota Malang dan Kabupaten Malang lebih tinggi dibandingkan Kota Batu.
“Kami mengimbau masyarakat membeli elpiji di pangkalan,” imbuh Taufiq
Dikatakan, konsumsi elpiji 3 Kg untuk empat golongan, yaitu rumah tangga prasejahtera, nelayan sasaran, petani sasaran, dan UMKM. Pangkalan elpiji 3 Kg berfungsi sebagai lembaga penyalur tingkat akhir.
“Pelayanan di agen paling utama adalah konsumen individu, bukan pengecer atau pemborong. Tujuannya agar warga yang berhak mendapat subsidi bisa terjamin. Kalau di pengecer tidak ada yang bisa mengontrol penggunaanya untuk konsumen yang ditentukan,” pungkasnya. (Eka Susanti)


