1 May 2026
HomeBeritaKesraGenerasi Muda Kreatif di Media Sosial? Ini Tipsnya!

Generasi Muda Kreatif di Media Sosial? Ini Tipsnya!

SHNet, Sulawesi— Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan webinar mengenai penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia bernama #MakinCakapDigital 2024, Senin (06/05/2024) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Tema yang diangkat adalah “Generasi Muda, Yuk Bijak dalam Bermedia Sosial”.

Sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Dosen UPRI dan Relawan TIK Indonesia Andi Asy’hary J Arsyad; Relawan TIK Jember Afif Ainur Rifqi; dan Program Manajer Timur Belajar Julianur Rajak Husain. Webinar ini menggandeng komunitas Forum Pemuda Milenial.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2023, pengguna internet di Indonesia mencapai 215,62 juta atau setara 78,19 persen dari total populasi Indonesia. Di saat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang masif ini membuka ruang yang lebih luas terhadap potensi meningkatnya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), maupun internet.

Pengukuran status literasi digital Indonesia 2023 terhadap 38 provinsi melaporkan bahwa kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan TIK semakin membaik dalam setahun terakhir.

Indeks literasi digital Indonesia di awal 2023 ada di level 3,54 dari skala 1-5. Artinya, secara umum literasi digital masyarakat Indonesia ada di level “sedang”. Indeks tersebut sedikit meningkat dibanding 2020 lalu yang ada di level 3,46.

Dalam paparannya, Andi Asy’hary J Arsyad menyampaikan, ada lima cara yang bisa diterapkan generasi muda dalam menggunakan media sosial sebagai wadah kreativitas. Kelima cara itu adalah menciptakan konten yang orisinal, menciptakan komunitas, menjalin kolabora kreatif, mengedukasi dan menginspirasi, serta mengikuti tren dengan bijaksana.

“Karena kita adalah warganet yang asyik, mari jadi pelajar yang kreatif dan positif. Mari berkolaborasi menciptakan media sosial yang beretika, kreatif, dan berbudaya,” ujarnya.

Afif Ainur Rifqi menambahkan, generasi muda harus benar-benar mampu mencegah dan memitigasi dampak penyebaran hoaks alias kabar bohong. Sebab, hoaks dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan sosial. Salah satu cara memerangi hoaks adalah dengan memeriksa sebuah kabar atau berita di situs pemeriksa fakta, seperti www.turnbackhoax.id atau www.cekfakta.com .

“Lantas, cara lain untuk menjaga diri generasi muda dari paparan hoaks adalah dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bertanggung jawab, dan senantiasa terus meningkatkan wawasan,” ucapnya.

Sementara itu, Julianur Rajak Husain mengingatkan pentingnya menjaga etika digital bagi para pengguna media sosial, salah satunya adalah etika bagaimana membagikan sebuah informasi. Menurutnya, pastikan kebenaran sebuah informasi sebelum membagikannya ke orang lain. Lalu, berikan konteks informasi tersebut dan cantumkan sumbernya.

“Jangan menyebarkan hoaks yang merugikan orang lain dan hormatilah privasi orang lain di media sosial. Mari kita sama-sama berbagi informasi dengan bijak untuk membangun lingkungan digital yang lebih sehat dan beretika,” tuturnya.

Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dapat diakses melalui website literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU