3 May 2026
HomeBeritaPameran "Tarian Langit" di Kota Batu Dibuka Ketua PP Muhammadiyah

Pameran “Tarian Langit” di Kota Batu Dibuka Ketua PP Muhammadiyah

SHNet, Kota Batu-Sejumlah 50an lukisan dan 2 karya patung tampil dalam pameran seni rupa dibuka oleh Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. Pameran yang diadakan di Srengenge Art Space (Gedung Muhammadiyah) Kota Batu Jawa Timur berlangsung pada 19 – 28 Juli 2024. Pembukaaan semalam jam 20.00 ini dihadiri sekitar 350an pengunjung dari beberapa propinsi di Indonesia.

Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Ketua yang membidangi Lembaga Seni Budaya (LSB) dan Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP. Muhammadiyah mengatakan bahwa selama ini organisasi Muhammadiyah terus menggerakkan kegiatan seni, termasuk pameran.

“Agenda pameran ini bahkan bisa menjadi bibit untuk mulai menginisiasi sekolah atau program studi seni di universitas Muhammadiyah yang selama ini belum ada. Karena itu pameran di Batu ini bisa menjadi contoh bagi LSB wilayah lainnya untuk menggerakkan kreativitas masyarakat,” ungkapnya.

Pameran yang dikuratori oleh Mikke Susanto digelar dalam rangka Program “Kemah Kreativitas Nasional” diinisiasi oleh LSB Muhammadiyah. Dalam pameran ini setiap perupa menyajikan satu buah karya dengan berbagai gaya dan teknik, dari realistik, abstrasi, tapestri, drawing hitam putih, hingga kaligrafi. Ide karya juga bervariasi, dari kehidupan keluarga, masyarakat hingga respons tentang kemuhammadiyaan.

Partisipan pameran antara lain A. Rokhim, Aam Artbrow, Abdul Haris, Achmad Toriq, Agus Sujito, Akbar Mahadi, Akhmad Alfu R., Anwar, Badriy, Bambang Puyi, Barri, Chamil Hady, Chrysanti Anggie, Dadang Rukmana, Dedy Kukuh, Joeari Soebardja, Dyan Condro, Fadjar Junaedi, Fadjar Sutardi, Fahrur Rozi, Hadzrat M.M. Zulfikar, Heri Wahyudi (Tarmun), Isa Ansory, Joko Pramono (Jokpram), Jumaldi Alfi, Kana Fuddy Prakoso

Selain itu ada juga pelukis seperti Leni KM., M. Sobary, Muchis Arif, Medik, Muchlis Zahidy, N. Fitri, Nanang Yulianto, Noer Cholis, Nofi Sucipto, Raisa Hajar M., Rizqi Maulana, Romi Setiawan, S. Waeng, Salamun Kaulam, Sarwo Prasojo, Satuki, Sherlita Adita R., Sidik Ihwani, Sutan Gemilang, Sugeng Pribadi (Klemin), Supriono, Tamtama Anoraga, Tatang B.Sp, Toni Ja’far, Vidi Riyanto Avin, Watonisays, Winarno, Woro, dan Yusfianto.

Kurator Mikke Susanto, keempat dari kiri, memberi pengantar saat pembukaan pameran Tarian Langit di Kota Batu

Kelahiran Kembali Eksistensi

Pameran “Tarian Langit” ini, menurut Mikke Susanto bukan semata persoalan idea atau topik tentang apa yang ada dalam setiap lukisan para peserta. Dalam perspektif historis, pameran ini ingin mengatakan tentang kelahiran kembali eksistensi yang sempat meredup selama beberapa dasawarsa lalu. Jika dahulu ada lembaga Himpunan Seniman dan Budayawan Islam yang pernah berdekatan dengan organisasi Muhammadiyah pada dekade 1960an, kini meskipun dengan konsep yang berbeda, tetapi punya napas yang seiringan.

 

Sajian kali ini oleh kurator ditasbihkan sebagai bentuk upaya baru untuk mengungkap jati diri para perupa yang memiliki orientasi yang sama dengan visi budaya Muhammadiyah. Harapan utama pameran ini terletak untuk tetap meletakkan hakikat hidup sebagai muslim melalui karya seni. Sejumlah lima puluhan perupa dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Bali dan Jakarta turut menjadi entitas sekaligus saksi akan adanya dinamika baru di masa kini.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU