SHNet, Jakarta-Semua pihak berperan penting dalam menumbuhkan melek baca anak-anak kita. Kerja sama para ahli, organisasi, komunitas, dan dunia usaha, serta Pemerintah dapat memberikan dukungan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk menjaga kewarasan pikiran anak. Dialog dan bimbingan orangtua sangat penting untuk menciptakan lingkunganyang memperkuat melek baca anak sehingga menyiapkan mereka menghadapi kehidupan di masa depan
Demikian kesimpulan yang dkemukakan Direktur Akademi Televisi Indonesia (ATVI)-Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D ketika memaparkan materi bertema “Hak anak atas informasi yang layak” pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) 12 Kementerian Lembaga (KL) yang memiliki Lembaga Layanan PHSIPA (Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak) di Jakarta, Kamis (08/08/2024).
Dar kesimpulan tersebut, Totok menjabarkan, peran penting ahli dalam membantu pemerintah yakni melakukan Penelitian dan Pengembangan. Menurutnya, Para ahli psikologi, pendidikan, dan kesehatan anak melakukan penelitian untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental anak. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan program dan kebijakan yang efektif
Dalam hal pelatihan dan edukasi, lanjut Totok, ahli memberikan pelatihan kepada guru, orang tua, dan tenaga kesehatan mengenai cara-caramendukung kesehatan mental anak. Mereka juga menyebarkan informasi dan edukasi melaluiseminar, workshop, dan publikasi ilmiah.
“Sedang Konsultasi dan Intervensi, para psikolog, psikiater, dan konselor anak memberikan layanan konsultasi dan intervensi kepada anak-anak yang membutuhkan bantuan mental dan emosional. Mereka membantu anakanak mengatasi masalah seperti kecemasan, depresi, dan trauma,”ujarnya.
Selain itu ungkap totok, peran penting organisasi dalam membantu pemerintah yaitu dalambidang advokasi dan kebijakan. Kata Totok, organisasi non-pemerintah (NGO) bekerja untuk mengadvokasi hak-hak anak dan mempengaruhi kebijakan publik. Mereka bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung kesehatan mental anak.
Juga dalam hal program dan layanan, menurut Totok, organisasi menyediakan berbagai program dan layanan yang mendukung kesehatan mental anak, seperti pusat konseling, kelompok dukungan, dan program pendidikan. Mereka juga menawarkan bantuan langsung kepada anakanak dan keluarga yang membutuhkan “ Untuk kampanye kesadaran, organisasi sering menjalankan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental anak dan cara-cara untuk mendukungnya,”paparnya.

Peran Penting Komunitas
Dalam paparannya, Totok menyoroti peran penting komunitas dalam membantu pemerintah Dia menilai, komunitas memberikan jaringan dukungan sosial yang penting bagi anak-anak dan keluarga mereka. Kegiatan komunitas seperti kelompok bermain, klub hobi, dan acara sosial membantu anak-anak merasa terhubung dan didukung. “Komunitas dapat mengadakan program pendidikan yang mengajarkan orang tua dananak-anak tentang kesehatan mental, keterampilan hidup, dan cara-cara untuk membangun hubungan yang sehat,” kata Totok.
Disoroti juga oleh Totok, peran penting Dunia Usaha dalam membantu pemerintah . menurut Totok, perusahaan swasta dapat memberikan pendanaan dan sumber daya untuk program-program yang mendukung kesehatan mental anak. Ini termasuk donasi untuk organisasi non-pemerintah, sponsor acara, dan pengembangan fasilitas komunitas.
“Perusahaan dapat mengimplementasikan program kesehatan mental di tempat kerja yang tidak hanya mendukung karyawan tetapi juga keluarga mereka. Ini termasuk layanan konseling, cuti kesehatan mental, dan program keseimbangan kerja-kehidupan.,” ujar Totok.
Selain itu menurut Totok, dunia usaha dapat berkolaborasi dengan pemerintah, NGO, dan komunitas untuk mengembangkan dan mengimplementasikan inisiatif yang mendukung kesehatan mental anak. Kemitraan ini bisa mencakup program CSR (Corporate Social Responsibility) yang fokus pada pendidikan dan kesehatan anak.(sur)

