SHNet, Depok– Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam hayati termasuk florikultura.
Belum lagi iklim yang sangat mendukung untuk beragam tanaman hias tumbuh di Indonesia
“Industri tanaman hias di Indonesia sangat menjanjikan. Pangsa pasarnya besar. Memang sedikit menurun setelah pandemi Covid, tapi pangsa pasar di luar negeri sangat besar,” ujar Michael Bayu A Sumarijanto, Presiden Direktur Dyandra Event Solution pada jumpa pers FLOII Expo 2024, di The Waterfall Resto by Godongijo, Depok, Kamis (08/08/2024)
Dyandra Event Solution untuk ketiga kalinya menggelar pameran tanaman hias terbesar di Indonesia berskala internasional, Floriculture Indonesia International Expo 2024 (FLOII Expo) di ICE BSD City, Tangerang, 5-8 Desember 2024.
Mengusung tema “Evolutionary & Revolutionary Elegance: The Beauty of Genetic Diversity in Floriculture,” FLOII Expo 2024 akan menggambarkan betapa mutasi genetik telah berperan dalam menciptakan varietas tanaman hias yang unik dan memikat. Melalui tema ini, pameran tersebut akan menunjukkan bagaimana keanekaragaman genetik dapat menginspirasi dan mendorong inovasi dalam industri tanaman hias.
“FLOII ke depan bisa menjadi pameran B to B antar negara. Potensinya sangat besar dilirik internasional,” ujar Bayu.
Ia menambahkan florikultura memiliki potensi yang besar, namun belum tergarap maksimal. Ia memberikan contoh saat FLOII tahun lalu, ada tanaman hias Monstera devil monster, satu daunnya dijual seharga Rp 250 juta.
Ketua Kelompok Florikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Armilawaty Razak mengatakan industri florikultura terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya.
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 21,8%.
Atas dasar itu, Kementerian Pertanian menyambut baik penyelenggaraan FLOII Expo 2024.
Menurutnya, FLOII Expo tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk mempertemukan konsumen dan produsen, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang penting bagi masyarakat.
“Dengan pameran ini, kesadaran akan keanekaragaman tanaman hias dapat meningkat, sekaligus memberikan pengetahuan dan informasi terbaru kepada para pecinta tanaman. Jadi
kami sangat mengapresiasi acara ini (FLOII Expo 2024),” ucapnya.
Ia menambahkan, isu-isu kerawanan pangan, dampak perubahan iklim, tidak mempengaruhi minat masyarakat terhadap florikultura. Saat pandemi Covid-19, florikultura jadi usaha masyarakat.
Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung FLOII Expo 2024 akan disuguhkan dengan berbagai program menarik yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi dan berbagi pengetahuan antara para pelaku industri dan penggemar tanaman. Program-program tersebut meliputi Talk Show yang menghadirkan pembicara nasional dan internasional, workshop yang
menawarkan pelatihan praktis tentang teknik budidaya dan perawatan tanaman, serta Lelang Tanaman Hias dan Kontes Tanaman Hias mulai dari kelas Aroid, Sansevieria, Platycerium, Aglonema, dan kelas tanaman lainnya yang akan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memamerkan hasil budidaya mereka.
FLOII Expo 2024 juga akan menghadirkan berbagai exhibitor dari dalam dan luar negeri yang akan memamerkan produk terbaru dan inovatif dalam dunia florikultura. Pengunjung akan
memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam lelang tanaman dan kontes, serta memperluas jaringan mereka dengan bertemu langsung dengan produsen, distributor, dan pecinta tanaman dari seluruh dunia.
Pendaftaran untuk menjadi peserta pameran FLOII Expo 2024 sudah dibuka. Pelaku industri, pemilik tanaman hias, dan penyedia produk terkait diundang untuk berpartisipasi dalam acara
yang sangat dinantikan ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, jadwal acara, dan update terkini, silakan kunjungi website resmi, www.floii-expo.com atau ikuti akun Instagram di @floii_expo. (Stevani Elisabeth)

