SHNet, Jakarta-Akademi Televisi Indonesia (ATVI), yang tengah bertransformasi menjadi Institut Media Digital EMTEK (IMDE), menyelenggarakan “Student Leadership Program; Mental Health With Tanoto Foundation” di Studio 5 Indosiar, Kompleks Emtek City Jakarta, Senin (23/09/2024). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada pentingnya kepemimpinan dan kesehatan mental dalam kehidupan perkuliahan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran rektor, dosen, serta seluruh mahasiswa ATVI-IMDE, termasuk Rektor ATVI-IMDE,Totok Amin Soefijanto. Acara dipandu oleh Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital, Ratih Damayanti.
Pembicara utama dari Tanoto Foundation, Leonita Dwi Agustin, memperkenalkan terlebih dahulu profil Tanoto Foundation, sebuah organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto. Fokus utama organisasi ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Tanoto Foundation telah menjalankan berbagai program yang berdampak pada masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas.
Dalam sesi materi, Leonita menjelaskan adaptasi mahasiswa baru menggunakan Gullahorn W Curve Model, yang mencakup lima tahapan yakni: honeymoon, culture shock, initial adjustment, mental isolation, dan acceptance & integration. Setiap fase ini menggambarkan proses yang dialami mahasiswa saat beradaptasi di dunia perkuliahan.
Selain itu, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya Lead self, di mana mahasiswa didorong untuk memahami bahwa mereka adalah aktor utama dalam kehidupan mereka sendiri. Fokusnya adalah mengenali kekuatan dan kelemahan diri serta mencari cara untuk memperbaikinya.
Di dalam proses tersebut baru memahami Self-awareness atau kepekaan terhadap diri sendiri juga menjadi kunci, dengan tips praktis seperti refleksi diri, meminta umpan balik, dan mengikuti berbagai tes minat bakat. Lalu setelah itu, Self-purpose, yaitu kemampuan menetapkan tujuan hidup yang sesuai dengan diri mereka.

Memahami Diri Sendiri
Mengenai Johari Window, sebuah model yang membantu individu memahami diri sendiri dari berbagai perspektif. Sesi ini semakin menarik dengan pengisian psikotes DISC (Dominan, Influence, Steadiness, Compliance), yang membantu peserta mengenali karakter kepemimpinan mereka.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab, kuis interaktif, serta hadiah menarik bagi para pemenang. Ratih Damayanti menekankan bahwa “Kesadaran diri dan dukungan sosial sangat penting dalam membentuk kepemimpinan yang kuat dan percaya diri. Dikarenakan dengan adanya kesadaran diri, kita dapat memahami kekurangan dan kelebihan sebenarnya dalam diri kita sendiri,”ujarnya.
Saat ini, ATVI İMDE membuka Layanan untuk mahasiswa bisa konseling guna membantu mahasiswa mengatasi masalah ketika mereka berkuliah di ATVI İMDE. Sehingga tidak hanya pengetahuan dan keahlian tapi memerhatikan kesehatan mental mahasiswa.(sur)

