9 June 2026
HomeBeritaKesehatanHasil Riset UKK LST FMIPA UI: Segel Le.Mineral 100% Cegah Kontaminasi...

Hasil Riset UKK LST FMIPA UI: Segel Le.Mineral 100% Cegah Kontaminasi Debu, Bakteri dan Jamur

SHNet, Jakarta – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek higienitas air minum dalam kemasan, inovasi yang mengedepankan perlindungan produk menjadi kunci utama untuk memastikan keamanan pangan.

Salah satu perhatian besar adalah potensi kontaminasi dari debu, bakteri, maupun jamur selama penyimpanan, distribusi, hingga penjualan di berbagai titik, seperti warung kelontong, terminal, atau mini market.

Menjawab kebutuhan tersebut, Le Minerale hadir sebagai air mineral yang mengedepankan perlindungan menyeluruh dengan inovasi segel pelindung pada tutup botol, yang kini telah dibuktikan secara ilmiah bahwa segel pada Le Minerale tersebut terbukti efektif dalam mencegah cemaran dari lingkungan.

Hasil riset ilmiah terbaru dari Unit Kerja Khusus Laboratorium Sains Terapan (UKK LST) FMIPA Universitas Indonesia memperkuat klaim tersebut. Studi bertajuk “Pengaruh segel Tutup Botol terhadap Ketahanan Paparan Cemaran Debu dan Mikroba” mengonfirmasi bahwa segel Le Minerale mampu memberikan perlindungan hingga 100% terhadap kontaminasi debu, bakteri, dan jamur, menjadikannya sebagai air minum dalam kemasan (AMDK) dengan perlindungan paling unggul saat ini.

Dr.rer.nat. Agustino, S.Si., M.Sc., Kepala Laboratorium Kimia FMIPA UI, menjelaskan bahwa meskipun produk AMDK diproduksi dengan standar ketat di lingkungan pabrik, kontaminasi silang dari luar kemasan saat distribusi dan penyimpanan masih menjadi risiko nyata. Debu dan mikroorganisme patogen seperti Staphylococcus aureus dan Aspergillus niger diketahui dapat bertahan di permukaan benda mati selama beberapa hari. Penelitian Kusumaningrum (2003), misalnya, menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus mampu bertahan pada permukaan stainless steel hingga empat hari, menegaskan urgensi penghalang eksternal yang efektif untuk kemasan AMDK, seperti yang lebih dulu telah diterapkan oleh Le Minerale.

“Bila pada permukaan stainless steel saja mikroba bisa bertahan berhari-hari, tentu potensi kontaminasi pada permukaan botol plastik di lingkungan terbuka jauh lebih besar. Ini menjadi dasar kami untuk menguji seberapa besar efektivitas segel Le Minerale dalam melindungi produknya,” ujar Agustino.

Studi ini dilakukan melalui dua pendekatan pengujian yaitu Simulasi lingkungan terbuka seperti warung kelontong, minimarket, dan terminal; dan Uji laboratorium ekstrem, dengan memaparkan botol Le Minerale berukuran 600ml pada debu dan mikroba selama 1–6 jam.

Setiap sampel kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur akumulasi partikel debu, bakteri, dan kapang pada tutup dan leher botol, baik yang memiliki segel maupun tidak.

Hasilnya, segel pada Le Minerale unggul secara kuantitatif. “Pada paparan ekstrim di laboratorium, segel Le Minerale lebih efektif melindungi air dan kemasan dari paparan debu hingga 80%, bakteri Staphylococcus aureus hingga 97%, dan paparan kapang Aspergillus niger hingga 90 % dibanding air kemasan yang tak menyertakan segel dalam peredarannya di masyarakat. Dan dalam kondisi nyata di pasaran, termasuk warung kelontong, minimarket, terminal, perlindungan segel Le Minerale terbukti mampu mencegah kontaminasi debu, bakteri maupun jamur hingga 100%,” lanjutnya. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU