31 May 2026
HomeBeritaDya Sejiwa, Sebuah Perayaan akan Metamorfosis

Dya Sejiwa, Sebuah Perayaan akan Metamorfosis

SHNet, Jakarta– Setiap rona mencerminkan kepercayaan diri, pembaruan, dan kehidupan yang terus bergerak.

Dalam babak baru ini, Dya Sejiwa mekar dan terbang — tetap setia pada esensi minimalisnya sembari merangkul kedalaman kreativitas.

Sebuah perayaan akan metamorfosis, Merekah adalah tempat di mana kain, bentuk, dan rasa berkembang menjadi sesuatu yang baru.

Nadya Kinanti Arifin menghadirkan koleksi Dya Sejiwa di catwalk JF3 2025, Lapiazza Mall Kelapa Gading, Minggu (27/07/2025).

Dya Sejiwa berdiri di akhir tahun 2017 ini adalah merek ready-to-wear yang berbasis di Indonesia dengan fokus pada produksi yang berkesadaran.

“Menjauhi produksi massal, kami bangga memproduksi dalam skala kecil, menggabungkan Tenun Bulu khas Indonesia dengan material yang dipilih dengan cermat. Koleksi kami mencerminkan komitmen untuk melestarikan warisan dan keterampilan kerajinan Indonesia,” ungkap Nadya dalam siaran persnya.

Dya Sejiwa identik dengan potongan busana yang tak lekang waktu, memadukan teknik tradisional dengan desain kontemporer, menghasilkan beragam pakaian yang cocok untuk berbagai kesempatan.

Nadya menambahkan, “Seiring pertumbuhan kami, nilai-nilai kami tetap lestari. Kami berdedikasi untuk merancang setiap produk dengan penuh perhatian, memastikan keseimbangan antara kenyamanan dan gaya. Bergabunglah bersama kami dalam perjalanan ini, dimana tradisi bertemu inovasi, dan fesyen menjadi kisah tentang kesadaran serta keanggunan yang abadi”.

Berpartisipasi dalam PINTU Incubator 2025, Dya Sejiwa menciptakan koleksi eksklusif bertajuk Merekah.

Merekah terinspirasi dari transformasi alam yang paling anggun — mekarnya bunga dan metamorfosis seekor kupu-kupu. Keduanya melambangkan pertumbuhan yang tenang, dari keheningan menuju keindahan, menggambarkan perjalanan Dya Sejiwa yang terus berkembang.

Seperti sayap yang muncul dari kepompong atau kelopak yang terbuka saat fajar, koleksi ini menampakkan dirinya melalui lapisan-lapisan lembut, sulaman yang halus, dan siluet yang mengalir. Kain seperti organza sutra, tenun bulu, dan sutra mentah merepresentasikan kehalusan dan transformasi, sementara elemen-elemen yang dapat dilepas mencerminkan keindahan dari perubahan.

Memadukan fungsi dengan keanggunan, koleksi ini bergerak dengan ringan — dihiasi warna pastel lembut dan rona tegas yang mencerminkan taman yang mekar dan sayap kupu-kupu. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU