20 April 2026
HomeBeritaData PAAI Sebut Pemakaian Air Tanah di Industri AMDK Hanya 15 Persen,...

Data PAAI Sebut Pemakaian Air Tanah di Industri AMDK Hanya 15 Persen, Sementara Industri Lain Sampai 72 Persen

SHNet, Jakarta-Ketua Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI), Irwan Iskandar, memastikan industri air minum dalam kemasan (AMDK) sangat sulit untuk melakukan pencurian air tanah. Penggunaan air tanah di industri ini juga relatif sangat kecil.

Irwan yang juga Dosen Program Studi Magister Teknik Airtanah Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), menyampaikan telah melakukan riset singkat penggunaan air tanah di Jawa, Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta, dan Banten. Riset dilakukan dengan pengambilan sampel di masing-masing daerah. “Hasilnya, pengambilan air tanah terbanyak itu ada di Jawa,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Industri AMD Komisi VII DPR RI dengan Pakar Air Tanah dan Pakar Lingkungan/Konservasi Sumber Daya Air, baru-baru ini.

Menariknya, menurut Irwan,  untuk keseluruhan Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, industri AMDK itu hanya mengambil rata-rata sekitar 15 persen saja dari total pengambilan air tanahnya atau sebanyak 65.097 meter kubik perhari. Sementara industri makanan dan minuman menggunakan air tanah 32.761 meter kubik perhari atau hanya 8 persen, dan industri lainnya 309.361 meter kubik perhari atau sebanyak 72 persen.

Menurutnya, penggunaan air tanah untuk industri AMDK terbanyak itu di Jawa Barat, tapi itu juga hanya 17 persen atau 62.057 meter kubik perhari. Angka ini sama dengan penggunaan air tanah di industri tekstil. Sedang di Jakarta, industri AMDK hanya menggunakan kurang dari satu persen saja air tanah atau sekitar 35 meter kubik perhari. 

“Jadi, saya yakin dengan penggunaan air tanah yang hanya 15 persen ini, mereka nyolongnya susah. Apalagi air yang keluar itu untuk dijual lagi,” katanya. 

Sementara, lanjutnya, infrastruktur atau bangunan-bangunan yang ada di Jakarta justru menggunakan 40 persen dari total penggunaan air tanah di wilayah ini. “Saya juga tercengang dengan data di Jakarta ini,” cetusnya. 

Dia juga menyampaikan bahwa peluang industri AMDK untuk melakukan manipulasi penggunaan air tanah itu juga lebih kecil dibanding industri. Karena, menurutnya, masalah pencurian air tanah di industri AMDK itu sangat mudah diketahui. “Gampang ketahuannya karena produksinya dijual. Dari data penjualan kelihatan kalau bisa ngejual sekian ribu botol kok perizinannya hanya sekian liter per detik, dan itu kan tidak wajar. Itulah sebabnya kemungkinan industri AMDK untuk mencuri air itu kecil, ” ungkapnya. 

Jadi, dia menegaskan kalau punishment hanya ditujukan ke industri AMDK saja, itu tidak menyelesaikan masalah pengambilan atau pencurian air tanah. “Karena pencurian yang terjadi adalah dari industri non-AMDK tadi,” ungkapnya.

Dia menuturkan bahwa pencurian air tanah itu lebih gampang dilakukan kalau digunakan untuk kebutuhan sanitasi, kebutuhan mandi, kebutuhan manufaktur, dan kebutuhan tekstil. “Itu mungkin bisa separoh nyolong ataupun pencuriannya lebih tidak ketahuan karena barangnya nggak dijual,” tukasnya. 

Dia mencontohkan di industri perhotelan yang lebih berpeluang melakukan pencurian air tanah ini. “Terkadang mereka punya lima sumur tapi ngakunya satu. Bisa saja seperti itu, ” tukasnya.

Irwan juga menyampaikan alasan kenapa industri AMDK itu mengambil air tanahnya dari kaki gunung. “Hal itu dikarenakan kualitasnya yang masih bagus,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan air hujan yang jatuh ke permukaan lereng gunung itu akan meresap (infiltrasi dan perkolasi) melalui pori-pori tanah dan celah batuan menuju zona jenuh, sehingga menjadi bagian dari air tanah. Selama meresap, air bereaksi dengan mineral batuan melalui proses pelarutan, presipitasi, pertukaran ion, serta reaksi redoks yang mengubah komposisi kimianya. Interaksi air batuan ini menyaring partikel dan beberapa kontaminan sekaligus melarutkan unsur terlarut dari batuan sehingga air tanah menjadi relatif murni namun kaya mineral terlarut khas akuifer tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU