28 April 2026
HomeBeritaPariwisataWamen Ekraf di Kampus DULUI: Kreativitas Sumber Daya Tanpa Batas

Wamen Ekraf di Kampus DULUI: Kreativitas Sumber Daya Tanpa Batas

SHNet, Jakarta– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan kreatif. Menurutnya, kreativitas merupakan sumber daya tanpa batas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masa depan.

Hal itu dikatakan dalam forum The Role of Higher Education Institutions on Creative Entrepreneurship Promotion and Strategies and Creative Arts Exhibition di Deakin University Lancaster University Indonesia (DULUI), Bandung, Senin (27/4).

“Tantangan terbesar kami adalah menjelaskan bahwa ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru dunia. Dunia sedang berubah sangat cepat, dan kita harus ikut beradaptasi. Untuk itu, pentingnya universitas seperti DULUI sebagai ‘ruang aman’ untuk bereksperimen sebelum kita menghadapi dunia nyata. Di sinilah kita boleh gagal, belajar, dan berkembang,” ujarnya.

Wamen Ekraf juga menegaskan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa kekuatan utama manusia terletak pada kreativitas yang bersumber dari integritas, empati, dan rasa ingin tahu.

“Banyak yang takut digantikan AI. Namun kekuatan terbesar manusia adalah hati integritas, empati, dan rasa ingin tahu. Saya ingin menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Semua bidang harus bekerja bersama, Indonesia memiliki kekuatan gotong royong dan budaya yang kaya, budaya adalah ‘source code’ ekonomi kreatif kita. Pemerintah siap membuka ruang bahkan fasilitas publik sebagai ‘laboratorium’ untuk menguji ide-ide Anda. Mari bersama membangun dunia yang lebih baik melalui ekonomi kreatif,” jelasnya.

Forum ini mengangkat tema peran perguruan tinggi dalam mempromosikan kewirausahaan kreatif serta strategi pengembangannya. Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Rektor dan Presiden DULUI, Profesor Greg Barton menyampaikan, kolaborasi antarnegara dan lembaga menjadi kunci dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia. Ia juga menyoroti pentingnya upaya reverse brain drain untuk menarik kembali talenta Indonesia di luar negeri.

“Kami percaya dapat berperan dalam proses perubahan ini, bekerja bersama dan berkolaborasi. Kami juga menantikan kesempatan untuk menghadirkan program pascasarjana di sini sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas sumber daya manusia di Indonesia, yang terlihat sangat menjanjikan saat ini,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU