3 October 2026
HomeBeritaEkonomiISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

SHNet, Jakarta – Indonesia kembali memperkuat perannya dalam percakapan global mengenai pembangunan berkelanjutan melalui Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 yang akan digelar pada 6–7 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Mengusung tema “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World”, ISF 2026 mempertemukan pemimpin pemerintahan, dunia usaha, investor, lembaga keuangan, akademisi, serta organisasi internasional untuk membahas strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan menghadapi berbagai tantangan global.

Pada penyelenggaraan tahun keempat ini, ISF akan mengangkat dua fokus utama. Hari pertama mengusung tema “Powering Low-Carbon Growth”, sedangkan hari kedua mengangkat “Enabling a Resilient & Liveable Future”.

Kedua tema tersebut akan membahas keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi, transisi rendah karbon, inovasi, teknologi, pembiayaan, serta upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ketua Pelaksana ISF 2026, Rachmat Kaimuddin, mengatakan dinamika global membuat konsistensi agenda keberlanjutan semakin penting. Menurutnya, Indonesia perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

“Di tengah perubahan arah dan dinamika global, menjaga konsistensi agenda keberlanjutan menjadi semakin penting. Bagi Indonesia, tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan,” ujar Rachmat.

Ia menambahkan, pertumbuhan hijau perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional karena dapat memperkuat ketahanan ekonomi, membuka peluang baru, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.

“Berangkat dari kepentingan nasional justru dapat membuat agenda keberlanjutan lebih relevan, berkelanjutan, dan membuka ruang kolaborasi global,” katanya.

Sementara itu, Shinta Kamdani, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Keberlanjutan KADIN Indonesia, menilai agenda keberlanjutan kini semakin terkait erat dengan strategi pertumbuhan dan daya saing dunia usaha.

“Sustainability semakin menjadi bagian dari bagaimana dunia usaha melihat pertumbuhan, daya saing, dan peluang di masa depan. Bagi perusahaan, transisi ini membuka ruang untuk berinovasi, menciptakan nilai, dan membangun daya saing jangka panjang,” ujar Shinta.

Menurutnya, ISF 2026 menjadi ruang penting untuk mempertemukan dunia usaha, investor, pemerintah, dan mitra strategis guna mengidentifikasi peluang serta membangun kolaborasi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan tangguh.

Hadirkan Lebih dari 200 Pembicara Internasional

ISF 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 pembicara internasional dalam lebih dari 20 sesi plenary dan thematic. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, organisasi internasional, perusahaan global, lembaga keuangan, akademisi hingga institusi yang bergerak di bidang keberlanjutan.

Sejumlah pembicara yang telah dikonfirmasi antara lain Armida Salsiah Alisjahbana, Under-Secretary-General & Executive Secretary UNESCAP; Hashim Djojohadikusumo, Special Envoy Presiden Republik Indonesia untuk Climate & Energy; Anindya Bakrie, Chairman KADIN; serta Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer Danantara Indonesia.

Selain itu, hadir pula Helen Clarkson OBE dari The Climate Group, Justin Ma dari Standard Chartered Bank, Frederick Teo dari GenZero, Jeremy Oppenheim dari Systemiq, Rino Donosepoetro dari Standard Chartered Bank, serta sejumlah pemimpin global lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan semakin luasnya cakupan ISF sebagai forum yang mempertemukan perspektif Indonesia dengan perkembangan dan praktik keberlanjutan di tingkat global.

Secara keseluruhan, ISF 2026 diperkirakan mempertemukan ribuan peserta dari kalangan pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, think tank, lembaga keuangan, hingga organisasi filantropi.

Berangkat dari Kesuksesan ISF Sebelumnya

ISF pertama kali diselenggarakan pada 2023 dan terus berkembang menjadi platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas agenda keberlanjutan dan transisi energi.

Pada 2023, ISF dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari lebih dari 40 negara. Jumlah peserta kemudian meningkat menjadi lebih dari 11.000 orang pada 2024 dan lebih dari 10.000 peserta pada 2025.

Dalam dua penyelenggaraan terakhir tersebut, masing-masing forum menghadirkan lebih dari 100 pembicara serta mempertemukan para CEO dan pemimpin bisnis. ISF juga memfasilitasi lebih dari 30 nota kesepahaman (MoU) yang berkaitan dengan berbagai aspek transisi energi.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi ISF 2026 untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat keterkaitan antara keberlanjutan, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan.

Melalui forum ini, Indonesia tidak hanya menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan, tetapi juga membuka ruang bagi terbentuknya kemitraan, peluang investasi, inovasi, serta solusi yang dapat memberikan dampak jangka panjang.

ISF 2026 terbuka bagi masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, media, investor, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui situs resmi Indonesia International Sustainability Forum hingga 5 Oktober 2026. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU