SHNet, Jakarta- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membuka ruang bagi musisi jalanan untuk memperluas jejaring dan mengembangkan karier melalui Aktivasi Musik bertajuk “Pemberdayaan Musisi Jalanan” dalam rangka Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Musik, Deputi Bidang Kreativitas Media, ini menghadirkan musisi binaan Institut Musik Jalanan (IMJ), yakni K-Island, Koste Band, dan Nada Gemilang. Acara juga diisi dengan talkshow bersama Rektor IMJ Andi Malewa serta penampilan Felix Irwan, kreator konten musik yang mengawali karier sebagai musisi jalanan di Yogyakarta.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif perlu memberi kesempatan yang setara bagi seluruh talenta, termasuk musisi jalanan, untuk memperoleh nilai ekonomi dari karya mereka.
“Ekonomi kreatif Indonesia tumbuh dari keragaman talenta dan kreativitas masyarakat, termasuk mereka yang berkarya di jalanan dan ruang-ruang publik. Pemerintah berkomitmen membangun ekosistem yang semakin inklusif, agar setiap pelaku kreatif memiliki akses terhadap pengembangan kapasitas, pasar, jejaring, dan perlindungan atas karya mereka. Musisi jalanan perlu memperoleh kesempatan untuk berkembang secara profesional, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Menurutnya, penguatan subsektor musik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, lembaga pembinaan, dan pelaku industri. Sinergi tersebut diperlukan agar talenta yang selama ini tumbuh di ruang publik memiliki jalur untuk memasuki pasar musik yang lebih luas.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi menegaskan, musisi jalanan memiliki keterampilan dan kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan.
“Musisi jalanan harus naik kelas. Mereka bukan sekadar penghibur di ruang publik, tetapi juga kreator yang memiliki karya, keterampilan, dan potensi ekonomi. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dihubungkan dengan akses pembinaan, ruang pertunjukan yang layak, jejaring industri, serta peluang untuk memperoleh penghasilan yang lebih berkelanjutan. Pemerintah ingin hadir sebagai fasilitator agar mereka memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang,” ujar Cecep.
Dalam talkshow “Pemberdayaan Musisi Jalanan”, Andi Malewa berbagi perspektif mengenai pembinaan dan pengembangan karier musisi jalanan. Diskusi ini juga mengangkat sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari akses panggung dan peningkatan kualitas penampilan hingga profesionalisme serta perluasan jejaring.
IMJ, yang berdiri sejak 2014 di Depok, Jawa Barat, berfokus pada pemberdayaan musisi jalanan melalui pembinaan dan peningkatan keterampilan. Lewat gerakan “Pengamen Naik Kelas”, lembaga ini mendorong para musisi meningkatkan kemampuan bermusik dan memperluas kesempatan tampil maupun bekerja.
Penampilan K-Island, Koste Band, dan Nada Gemilang turut memperlihatkan keberagaman potensi musisi binaan IMJ. Kehadiran para musisi tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas dapat tumbuh dari berbagai latar belakang dan bahwa keterbatasan akses tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berkarya dan memperoleh kesempatan yang lebih baik.
Kementerian Ekraf akan terus mendorong sinergi dengan komunitas, lembaga pembinaan, dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem musik nasional. Upaya ini sejalan dengan visi menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah serta peluang kerja bagi masyarakat. (Stevani Elisabeth)

