3 November 2026
HomeBeritaPariwisataDari Sejarah ke Layar Lebar, Pasukan 1000 Janda Perkaya Ekosistem Ekonomi Kreatif

Dari Sejarah ke Layar Lebar, Pasukan 1000 Janda Perkaya Ekosistem Ekonomi Kreatif

SHNet, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmen dalam memperkuat ekosistem industri kreatif nasional melalui gala premiere film aksi-sejarah Pasukan 1000 Janda produksi Manara Films.

Film yang mengisahkan keberanian Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee dari Aceh tahun 1599 ini menjadi bukti konkret bahwa narasi sejarah bangsa mampu menjadi bahan bakar inovasi subsektor film, animasi, dan video yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran sineas yang berhasil mengubah rekam jejak perjuangan perempuan Aceh menghadapi invasi kolonial menjadi sebuah karya sinematik berkualitas tinggi. Menurutnya, karya ini tidak hanya berdampak pada aspek kultural, tetapi juga memperluas potensi nilai ekonomi dari narasi lokal.

“Film ini merupakan wujud kreativitas dalam mengangkat sejarah bangsa melalui medium sinema sekaligus memperkaya perspektif kita dalam memaknai perjalanan sejarah Indonesia. Kehadiran Pasukan 1000 Janda menunjukkan bahwa sejarah dan kekayaan intelektual bangsa merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah habis bagi industri ekonomi kreatif. Film bukan hanya medium hiburan, melainkan juga sarana pewarisan nilai, diplomasi budaya, dan penguatan identitas bangsa,” ujar Teuku Riefky di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (2/11).

Kementerian Ekraf memandang pengangkatan sejarah dan kekayaan budaya melalui film sebagai peluang strategis untuk memperkaya keragaman narasi dalam industri kreatif Indonesia. Karya berbasis sejarah nasional membuka ruang akselerasi bagi para pelaku kreatif untuk mengoperasionalkan perspektif khas Indonesia, memicu pertumbuhan ekonomi turunan, serta memperkenal tokoh dan warisan budaya kepada khalayak global.

“Kami berharap film ini dapat turut merawat ingatan sejarah, menghidupkan narasi kebangsaan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menceritakan sejarahnya kepada dunia melalui karya kreatif yang bermakna,” tutup Teuku Riefky.

Film drama aksi sejarah yang disutradarai Archie Hekagery tersebut berlatar Aceh pada 1599. Ceritanya mengikuti perjuangan Malahayati dalam memimpin pasukan Inong Balee, kelompok perempuan yang kehilangan suami akibat peperangan, untuk menghadapi ancaman invasi Belanda di bawah pimpinan Cornelis. Melalui keberanian, strategi, dan semangat pantang menyerah, kisah ini menampilkan peran perempuan dalam mempertahankan tanah air.

Produser Pasukan 1000 Janda, Yuda Wirafianto, mengatakan kehadiran film ini bukan hanya sebagai sebuah tontonan, melainkan sebuah karya untuk generasi penerus dapat mengenal pahlawan Laksamana Malahayati.

“Manara Films mempersembahkan untuk Indonesia yang insyaallah akan membawa pengalaman baru untuk menonton tayangan tentang sejarah Indonesia. Doa dan harapan saya film ini bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Turut hadir dalam gala premier Pasukan 1000 Janda yaitu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha. Menteri Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi serta Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media dan Pelayanan Publik Renanda Bachtar. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU