3 June 2026
HomeBeritaKonsumen Pertanyakan BPOM Soal Air Minum Guna Ulang Picu Infertilitas

Konsumen Pertanyakan BPOM Soal Air Minum Guna Ulang Picu Infertilitas

Para konsumen air minum galon guna ulang mempertanyakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang baru-baru ini mengatakan bahwa air kemasan galon guna ulang bisa menyebabkan gangguan kesuburan atau infertilitas kepada pria ataupun wanita yang mengkonsumsinya. Para konsumen menganggap pernyataan dari lembaga pengawas obat dan makanan di Indonesia ini sebagai hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka alami.

Seorang ibu bernama Ance misalnya, ia sudah mengkonsumsi air minum galon guna ulang ini sejak kecil. Namun, dia mengatakan tidak merasa kesuburannya menjadi terganggu. “Saya malah subur banget ya. Saat ini saya malah punya empat anak semakin suburnya. Dan kalau saya tidak mengikuti program KB, mungkin anak saya bisa bertambah lagi,” ucap ibu yang tinggal di daerah Depok ini sambil tertawa saat ditanyai tangapannya soal pernyataan BPOM itu.

Hal serupa juga diungkapkan seorang bapak bernama Rasno. Dia juga mengatakan sudah sejak kecil mengkonsumsi air galon guna ulang ini. Bahkan di kantor tempatnya bekerja saat ini, dia dan semua karyawan juga mengkonsumsi air galon guna ulang yang disediakan di kantornya. “Tapi, buktinya anak saya banyak. Teman-teman kantor saya juga pada cepat-cepat punya anak kok. Jadi, aneh kalau ada pernyataan yang mengatakan minum air galon guna ulang menyebabkan gangguan fertilitas,” tukasnya.

Mila, yang bekerja di sebuah media nasional mengaku malah takut untuk hamil lagi karena sudah memiliki dua anak yang jarak umurnya sangat dekat. Padahal, katanya, dia setiap hari minum air galon guna ulang di kantornya. “Mungkin air galon guna ulang yang menyebabkan gangguan kesuburan itu mengandung obat KB kali di airnya,” katanya sambil bercanda serasa lucu mendengar pernyataan BPOM itu.

Seorang nenek bernama Siti mengatakan dia dan anak-anaknya sejak kecil mengkonsumsi air galon guna ulang. “Tapi, saya punya lima anak kok. Anak-anak saya juga sekarang tidak pada sulit punya anak. Jadi cucu-cucu saya banyak,” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disusun dari Sensus Penduduk 2020 yang dilaksanakan dalam kurun waktu Februari hingga September 2020, jumlah penduduk Indonesia mengalami peningkatan cukup siginifikan dalam 10 tahun terakhir. Hal ini didasarkan pada Sensus Penduduk yang memang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Pada Sensus Penduduk 2020, BPS mencatat jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah sebesar 270,2 juta jiwa. Sementara pada Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebanyak 237,63 juta jiwa.  “Hasil SP2020 dibandingkan dengan SP2010 memperlihatkan penambahan jumlah penduduk sebanyak 32,56 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 3,26 juta setiap tahun,” tulis BPS dalam keterangannya.

Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG., mengatakan diperlukan penelitian antar center untuk benar-benar membuktikan bahwa air kemasan galon guna ulang bisa menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan pada sistem reproduksi pria dan wanita. Menurutnya, kalau baru info awal dan belum berbasis bukti yang level of evidence-nya kuat, perlu berhati-hati untuk menyampaikannya ke publik.

“Itu masih butuh riset multi center saya kira agar menjadi bukti yang kuat,” ucapnya.

Dia mengatakan informasi itu perlu melihat dari senter pendidikan di UGM, UNAIR, UI, ditambah di Singapore, USA, dan di negara-negara lain. “Setelah itu baru hasilnya dipadukan dan dilihat seperti apa kesimpulannya. Kalau baru info awal dan belum berbasis bukti yang level of evidence-nya kuat, itu harus hati-hati,” ujarnya.

Hal senada juga baru-baru ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menegaskan bahwa air kemasan galon guna ulang aman untuk digunakan, baik oleh anak-anak dan ibu hamil. Menurutnya, isu-isu seputar bahaya penggunaan air kemasan air guna ulang yang dihembuskan pihak-pihak tertentu adalah hoax.  (crls)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU