2 May 2026
HomeBeritaPolitikDiaspora Indonesia Mulai Angkat Bicara Soal Pemilu 2024

Diaspora Indonesia Mulai Angkat Bicara Soal Pemilu 2024

SHNet, JAKARTA– Polemik pelaksanaan Pemilu 2024 telah menarik banyak kalangan. Setelah sebelumnya isu ini diangkat oleh kalangan pejabat dan politisi, kini para warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, yang lazim disebut diaspora Indonesia, mulai angkat bicara.

Hendrawan Rahmad, seorang ahli business compliance di sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang beroperasi di Kuala Lumpur, Malaysia, mendukung jika Presiden Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya untuk beberapa tahun ke depan. Menurutnya, kinerja Presiden memuaskan.

“Tentunya tidak ada pemimpin yang sempurna 100%. Tetapi kita bisa melihat hasil dan rencana ke depan dari pemerintahan Presiden Jokowi. Harapannya, Pak Presiden melanjutkan program kerja yang telah dibuat jika masih dapat melanjutkan kepresidenan,” ujar Hendrawan dalam keterangannya kepada media, Kamis (10/3/2022).

Ia mengkhawatirkan, presiden baru belum tentu bisa melanjutkan program kerja yang telah disusun.

“Penundaan pemilu ada baiknya untuk menghemat anggaran puluhan triliun mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk mendukung UMKM dan bisnis pariwisata yang  terdampak oleh pandemi. Anggaran dapat juga digunakan untuk menambah lapangan kerja untuk masyarakat yang terdampak oleh pandemi,” tambah Hendrawan.

Novandi Tri Putra Wijaya, diaspora Indonesia yang bekerja sebagai technical sales engineer di perusahaan multinasional di Singapura menyoroti keberlangsungan proses pembangunan makro untuk sektor infrastruktur yang banyak dikembangkan dan dirasakan di era Jokowi, khususnya pada periode 2019-2024.

“Infrastruktur yang dikembangkan ini sangat penting untuk menghubungkan dan juga membuka banyak akses bagi pelaku pasar lokal maupun luar negeri dan juga para investor untuk melihat Indonesia di kancah global,” ulas alumnus dari Nanyang Technological University tersebut.

“Infrastruktur menjadi kekuatan kita karena Pak Jokowi fokus mengurus bidang yang sering kali ditelantarkan oleh presiden sebelumnya dan mungkin juga calon presiden selanjutnya. Jika transisi kekuasaan terjadi, apakah ada jaminan keberlangsungan infrastruktur yang dibangun tetap berlanjut atau akan hilang di tengah jalan?” tanya Novandi.

Ia mengambil contoh tiang pancang monorail di Jakarta yang kini menjadi “sampah” tanpa tahu pasti apakah proyek tersebut sebenarnya akan rampung atau tidak.

Hendrawan berharap Presiden Jokowi memberi penjelasan mengapa dan apa untungnya jika ada penundaan pemilu. Penjelasan penting untuk menghindari polemik yang dapat mengganggu ketenteraman negara.

“Saya kira itu lebih penting daripada mengadakan Pemilu 2024 dan belum tentu rakyat Indonesia mendapatkan pemimpin yang lebih baik dari yang sekarang,” kata Hendrawan.  (Nonnie Rering)

 

 

 

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU