2 May 2026
HomeBeritaKesraPerguruan Tinggi di Jakarta Sudah Banyak yang Berani Kuliah Tatap Muka

Perguruan Tinggi di Jakarta Sudah Banyak yang Berani Kuliah Tatap Muka

SHNet,Jakarta-Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah III, Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan, dirinya mendapat laporan semakin banyak perguruan tinggi di Ibu Kota Jakarta yang berani menyelenggarakan kuliah tatap muka, seiring  makin terkendalinya Covid-19.

“Perguruan tinggi umumnya sudahpunya system preventif. Apabila perkuliah tatap muka berjalan tanpa ada kasus Covid-19, maka perkuliahn tersebut lanjut. Namun, bila ada yang terpapar, kuliah tatap muka dihentikan sementara sealam satu minggu, setelah itu lanjut lagi,” ujar Paristiyanti menjawab pertanyaan wartawan dalam acara buka puasa bersama di Kantor LLDikti Wilayah III di kawasana Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/04/2022).

Diakui Paristiyanti, kuliah dengan sistem online selama dua tahun terakhir ini karena Covid-19 berdampak buruk pada kualitas perkuliahan. Karena itu setelah situasi dan keadaaan membaik dan terkendali, maka kuliah tatap muka mesti diselenggarakan, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat, agar situasi tetap terjaga.

Sebelumnya Paristiyanti  mengungkapkan, ada sejumlah dampak negatif bagi mahasiswa, yang terlalu lama belajar daring (online). Selain berpotensi mengakibatkan learning loss, efek negatifnya ialah kurang terasahnya soft skill mahasiswa, yang biasanya didapatkan dalam pembelajaran tatap muka (PTM) di kampus.

“Soft skill itu didapatkan dari komunikasi face to face manusia dengan lingkungan sekitarnya. Saya khawatir kalau mahasiswa terlalu lama tidak bertemu dosen, respek mahasiswa ke dosen berkurang,”katanya.

Khusus untuk Fakultas Kedokteran, mengingat calon-calon dokter harus mendapat lebih banyak praktikum, maka kewajiban kuliah tatap muka lebih dari fakultas lain. Semua itu diatur dengan kapasaitas 50 runag kuliah yang secara bergantian diisi oleh semua mahasiswa. “Ini tentunya untuk mendapatkan kompetensi keahlian sebagai calon dokter yang nanti akan menangani para pasien,” katanya.

Penambahan Guru Besar

Dalam kesempatan ini Paristiyanti membahas juga berbagai capaian kemajuan yang diraih LLDikti Wilayah III, soal Maching Fund, yakni pendanaan ini berbasis kemitraan yang mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi antara Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mengakselerasi konektivitas serta pengembangan iptek di dunia kampus dengan industri.

Selain itu Paristiyanti mengungkapkan  target penambahan guru besar atau profesor di lingkungan LLDikti Wilayah III. Dikemukakan, dalam Rakorda Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) bersama Pimpinan Perguruan Tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III dengan tema “Kampus Merdeka dari Jakarta untuk Indonesia”, yang bertepatan dengan Hari Kartini, Kamis 21 April 2022 di Hotel Le Eminence, Ciloto Puncak, ada penambahan 15 guru besar baru. “Hari ini saja saya teken 3 SK guru besar,”katanya.

Target penambahan guru besar di lingkungan LLDikti III katanya adalah 20 persen dari jumlah saat ini. Strategi yang paling tepat untuk mencpai target adalah pendampingan.Artinya, guru besar mendampingi para calon guru besar dalam proses kea rah pencapaian itu. “Ini efektif. Saya pun jika tiba pada proses pendampingin terakhir, akan saya batalkan semua acara , demi kepentingan guru besar ini,” tambahnya.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU