11 October 2026
HomeBeritaPariwisataAktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

Aktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

SHNet, Banten – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus memperkuat kapasitas pegiat ekonomi kreatif melalui program Aktivasi Creative Hub.

Sebanyak 50 talenta kreatif di Provinsi Banten mengikuti kegiatan bertajuk Fasilitasi Akses Pendanaan dan Investasi bagi Pegiat Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten, Jumat (9/10).

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan, creative hub berperan menghubungkan kreativitas, inovasi, pasar, dan sumber pembiayaan.

“Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin menghadirkan ekosistem yang mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Teuku Riefky.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Muhammad Ervin Ardani, menyampaikan bahwa fasilitasi ini menjadi peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengatasi keterbatasan akses informasi, jejaring, dan pembiayaan.

“Pelaku ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui kolaborasi dan fasilitasi akses pendanaan, kami berharap semakin banyak usaha kreatif yang mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Tangerang Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan bahwa akses pendanaan perlu diiringi kesiapan bisnis dan tata kelola usaha yang baik. Pegiat ekonomi kreatif perlu memiliki produk inovatif sekaligus mampu membangun model bisnis yang layak, melakukan pencatatan keuangan secara tertib, memahami kebutuhan modal, serta mempresentasikan potensi usaha kepada calon investor dan lembaga pembiayaan.

“Aktivasi Creative Hub diharapkan menjadi penghubung antara kapasitas usaha, jejaring, dan peluang pendanaan yang dapat ditindaklanjuti,” jelas Anggara Hayun.

Kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama. Anggara membahas alternatif pendanaan, pencatatan keuangan, dan penyusunan pitch deck. Chief Financial Officer BNI Ventures Lugas Prancafitri memaparkan strategi mendapatkan investasi dari venture capital, termasuk validasi pasar, model bisnis, valuasi, dan kesiapan dokumen. Sementara itu, Dosen Program Studi Bisnis Kreatif Vokasi Universitas Indonesia Dion Wardyono mengulas model bisnis dan value proposition yang mampu menarik konsumen maupun investor.

Head of Public Affairs Sinar Mas Land untuk KEK ETKI Banten, Boy Arno Muhamad, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan. Menurutnya, KEK ETKI Banten memiliki potensi untuk mempertemukan pendidikan, teknologi, inovasi, dan dunia usaha.

“Sinergi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pegiat ekonomi kreatif untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ungkap Boy.

Kegiatan ini didukung Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, KEK ETKI Banten, BNI Ventures, dan Program Studi Bisnis Kreatif Vokasi Universitas Indonesia. Ke depan, Kementerian Ekraf akan terus memperkuat kolaborasi heksaheliks melalui pendampingan kesiapan usaha dan fasilitasi pembiayaan agar peluang pendanaan dapat berlanjut menjadi investasi, pengembangan bisnis, dan penciptaan lapangan kerja. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU