1 August 2026
HomeBeritaAS dan Barat Kalah Perang Urat Syaraf Mereka Ciptakan Sendiri di Konfllik...

AS dan Barat Kalah Perang Urat Syaraf Mereka Ciptakan Sendiri di Konfllik Ukraina

MOSKOW, SHNet – Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, mengatakan tidak pernah membahas “serangan” apapun terhadap Ukraina dengan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin.

Alexander Lukashenko, mengatakan, Amerika Serikat dan Barat sebagai anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO), sudah kalah di babak pertama, karena gagal membangun opini public, perang urat syaraf mereka ciptakan sendiri, tentang Rusia yang diklaim sepihak akan menyerang Ukraina.

Ukraina adalah sebuah negara di Eropa Timur yang berbatasan dengan Rusia di timur dan timur-laut; Belarus di barat-laut; Polandia dan Slowakia di barat; Hongaria, Rumania, dan Moldova di barat-daya; Laut Hitam di selatan; dan Laut Azov di tenggara. Luas Ukraina, 603.548 kilometer persegi.

Ukraina adalah sebuah negara di Eropa Timur yang berbatasan dengan Rusia di timur dan timur-laut; Belarus di barat-laut; Polandia dan Slowakia di barat; Hongaria, Rumaina, dan Moldova di barat-daya; Laut Hitam di selatan; dan Laut Azov di tenggara.

Ukraina dan Rusia sekarang ini sama-sama memperebutkan Semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia pada tahun 2014, meskipun demikian Ukraina dan banyak komunitas internasional mengakuinya sebagai bagian dari Ukraina.

Belarusia merupakan salah satu sekutu Rusia di Eropa Timur. Setiap kali muncul upaya Amerika Serikat merekrut Ukraina dan Georgia menjadi anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO), selalu mendapat tantangan keras Rusia, karena bentuk ekspansi militer asing di Eropa Timur.

Rusia mengerahkan 150.000 pasukan di sepanjang perbatasan Ukraina, karena negara pecahan Union of Soviet Socialist Republic (USSR) pada 25 Desember 1991, sebelumnya Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menginginkan untuk diterima menjadi anggota NATO.

Telegrafnoie Agenstvo Sovietskavo Soyusa, TASS Russian News Agency, Sabtu, 19 Februari 2022, melaporkan, pernyataan Alexander Lukashenko, dikutip selama diskusi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kepresidenan Federasi Rusia, Kremlin, Moscow.

Alexander Lukashenko, membuat komentar selama pembicaraan antara kedua pemimpin di Kremlin.

“Momok militer-politik telah memimpin melalui upaya mitra Barat kami,” kata Alexander Lukashenko.

Alexander Lukashenko mengatakan, provosikasi Amerika Serikat dan Barat, dengan membangun opini public di media massa, tidak akan mungkin berhasil.

“Mereka kalah di babak pertama,” kata Alexander Lukashenko. “Mereka sekarang, seperti yang saya lihat, memulai putaran kedua, menakut-nakuti seluruh dunia dengan mengatakan kami akan menyerang Ukraina besok, mengepungnya, menghancurkannya, dan seterusnya.”

“Meskipun kami tidak memiliki rencana [ini] ketika kami membahas masalah ini,” kata Presiden Belarus, Alexander Lukashenko.

“Rusia dan Belarusia akan terus mengadakan latihan militer,” kata Alexander Lukashenko.

“Kami akan mengajari orang-orang untuk berperang,” kata Alexander Lukashenko. “Tidak ada jalan lain.”

Alexander Lukashenko menghadiri latihan bersama kedua negara sehari sebelumnya.

“Saya melihat unit Rusia dan Belarusia,” kata Alexander Lukashenko. “Ada banyak orang asing. Sangat mengesankan.”

Alexander Lukashenko berencana untuk menghadiri “acara menarik” pada hari berikutnya. Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan sebelumnya selama pertemuan bahwa mereka berencana untuk menghadiri acara yang merupakan bagian dari latihan militer.

Saat pertemuan ditutup, Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk melakukan pembicaraan tatap muka.*

Sumber: tass russian news agency

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU