SHNet, Jakarta-Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan Uji Coba Soal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif di DKI Jakarta pada 14–18 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan dan pengendalian mutu instrumen UKBI agar tetap memiliki kualitas yang baik dan mampu mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara tepat.
Sebagai instrumen pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia, UKBI Adaptif telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,7 juta peserta dari berbagai kalangan di Indonesia dan mancanegara. UKBI digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain pemetaan dan peningkatan kompetensi berbahasa Indonesia bagi peserta didik, mahasiswa, pendidik, tenaga profesional, aparatur sipil negara, serta warga negara asing yang membutuhkan pengakuan terhadap kemampuan berbahasa Indonesianya.
Selain itu, hasil UKBI dapat menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan kompetensi kebahasaan di lingkungan pendidikan, pemerintahan, dan dunia kerja.
Uji coba melibatkan 200 peserta dari beragam latar belakang, antara lain siswa SMP dan SMA, mahasiswa, guru dan kepala sekolah, aparatur sipil negara, dosen, peneliti, penulis, jurnalis, warga negara asing, serta penyandang disabilitas rungu. Keragaman karakteristik peserta diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih memadai mengenai keberfungsian setiap butir soal UKBI pada kelompok peserta yang berbeda.

Uji Coba Langsung
Pelaksanaan uji coba dilakukan secara langsung dengan menggunakan aplikasi UKBI Dinamis. Uji coba bagi peserta reguler berlangsung pada 14–17 September 2026, sedangkan peserta penyandang disabilitas rungu dijadwalkan mengikuti uji coba pada 18 September 2026. Melalui pelaksanaan ini, setiap peserta memberikan respons terhadap soal yang diujicobakan sesuai dengan karakteristik dan tingkat kemahiran berbahasanya.
Data respons peserta selanjutnya akan dianalisis untuk mengetahui karakteristik dan kualitas setiap butir soal. Hasil analisis tersebut menjadi dasar untuk menentukan butir yang layak digunakan, perlu diperbaiki, atau tidak digunakan.
Dengan demikian, kegiatan uji coba ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pengendalian mutu instrumen, tetapi juga mendukung pengembangan dan pemutakhiran bank soal UKBI secara berkelanjutan sehingga UKBI tetap relevan sebagai standar pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia. (sur)

