SHNet, Jakarta-Stigma buruk yang kerap dilekatkan pada kelompok remaja yang masuk dalam kategori Gen Z seperti malas, kurang peduli, terlalu mementingkan media sosial dan sebagainya terpatahkan oleh langkah dan gerakan yang dilakukan remaja kembar bernama Carmel dan Sharon Hasibuan. Bahkan, apa yang diperbuatnya, jauh dari bayangan kebanyakan kamu muda, khususnya Gen Z.
Carmel dan kembarannya, Sharon memilih mengkampanyekan dan sekaligus mengedukasi pentingnya kesehatan otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Nah, dari konten yang dibawakannya boleh jadi sangat jauh dan tidak biasa bagi remaja seusianya.
Si kembar yang kini duduk baru naik kelas XII di SMA Bina Bangsa, Kebon Jeruk Jakarta Barat ini rajin datang ke sejumlah tempat, baik komunitas maupun perkumpulan di Jakarta dan sekitarnya untuk memberikan edukasi. Pada Sabtu, 11 Juli 2026, tampil di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bukit Duri Bercerita di kawasan Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan.
Di Taman Bacaan yang didirikan dan dikelola pasangan suami istri Safrudiningsih-Suradi ini, Carmel dan Sharon begitu bersemangat menyampaikan materi yang dikuasainya, tentang otak kiri dan kanan. Kolaborasi ClariCare dengan TBM Bukit Duri Bercerita ini disambut sekitar 50-an anak-anak dan remaja.
Dengan materi yang mudah dicerna dan disampaikan dengan gaya remaja, peserta merasakan pentingnya mengetahui fungsi otak kiri dan kanan, karena berdampak pada proses belajar. Pada sesi kedua dari pemarannya, peserta diberikan semacam latihan mengerjakan soal gambar berwarna yang bahannya sudah dipersiapkan. Acara diakhiri dengan permainan yang menghibur berdasar fungsi ingatan otak kiri dan kanan.

ClariCare, Organisasi Nonprofit
Carmel menyatakan, ClariCare adalah organisasi nonprofit yang berfokus pada peningkatan akses layanan kesehatan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta.
Selama ini, ClariCare telah mengadakan pemeriksaan kesehatan atau Medical Checkup gratis melalui kolaborasi dengan organisasi nonprofit lain, seperti Revociety. Selain itu, kami juga memberikan edukasi mengenai otak, sistem saraf, dan pentingnya menjaga kesehatan kepada anak-anak di berbagai panti asuhan, yayasan, serta komunitas di Jakarta.
Dalam kegiatan Claricare di TBM Bukit Duri Bercerita, saya menjelaskan bagian-bagian utama otak serta cara menjaga dan mengoptimalkan fungsi otak dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa cara yang kami sampaikan antara lain mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, tidur yang cukup, serta membatasi penggunaan gawai secara berlebihan.
Menurut keduanya, pihaknya juga mengajak anak-anak memainkan beberapa permainan koordinasi otak dan tubuh. Setelah itu, mereka mengerjakan lembar aktivitas yang melatih berbagai kemampuan, seperti logika, konsentrasi, serta koordinasi antara bagian kiri dan kanan tubuh.
“Saya merasa sangat terharu melihat anak-anak antusias mengikuti permainan, mengerjakan aktivitas, dan mengajukan berbagai pertanyaan,” ujar Carmel
Leih lanjut dikemukakan, respons mereka menunjukkan bahwa anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan dapat menikmati pembelajaran tentang kesehatan apabila materinya disampaikan secara interaktif dan menyenangkan. Hal tersebut membuat saya semakin termotivasi untuk mengadakan lebih banyak kegiatan edukasi serupa.
Carmel dan Sharon Hasibuan mengungkapkan, keduanya mendirikan ClariCare dengan bantuan dan dukungan dari sang ibu. “Salah satu inspirasi utama saya adalah adik saya yang memiliki autism spectrum disorder, atau ASD,” ungkap Carmel.
Pengalaman tersebut membuat saya semakin tertarik untuk mempelajari otak dan sistem saraf, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan otak.
Menurut Carmel, edukasi mengenai kesehatan otak semakin penting pada masa sekarang. Penggunaan media sosial dan kebiasaan melihat konten secara terus-menerus dalam waktu singkat dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan mengatur waktu.
“Oleh karena itu, saya ingin mengajak anak-anak untuk sejak dini membangun kebiasaan yang lebih sehat, seperti aktif bergerak, tidur cukup, belajar dengan fokus, dan menggunakan teknologi secara lebih bijaksana,” ujarnya.

Sangat Bermanfaat
Sementara itu pendiri dan pengelola TBM Bukit Duri Bercerita, Safrudiningsih mengatakan, kedatangan Carmel dan Sharon beserta timnya sangat bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di Bukit Duri. Mereka kini lebih mengetahui fungsi otak, terutama untuk keberhasilan dalam proses belajar.
“Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana figur remaja ternyata mampu memberikan pencerahan bagi sesama remaja dan juga anak-anak. Ini jadi contoh baik bagi remaja untuk ikut mengambil pelajaran dari Carmel-Sharon,” katanya.
Safrudiningsih yang mendampingi Carmel dan Sharon sebagai moderator dalam acara sharing ini memberikan apresiasi yang tinggi baik kepada Carmel-Sharon dan Tim, juga kepada anak-anak dan remaja TBM yang begitu antusias hingga acara tuntas .(sur)

