12 May 2026
HomeBeritaKesraBudaya Lokal Bisa Jadi Konten Kreatif, Ini Tipsnya!

Budaya Lokal Bisa Jadi Konten Kreatif, Ini Tipsnya!

SHNet, Jawa Barat — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional LiterasiDigital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital, Senin, 8 Mei 2023, di Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan alam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia. Tema yang diangkat adalah “Cakap Membuat Konten Kreatif Berbasis Budaya Lokal” dengan menghadirkan narasumber praktisi komunikasi Andi Widya Syadzwina; dosen dan Kepala Program StudiIlmu Administrasi Publik FISIP Unpar Trisno Sakti Herwanto; serta Koordinator Bidang Penelitian danPengembangan SDM Relawan TIK Provinsi Bali Ni Kadek Sintya.

Menurut Andi Widya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital seperti sekarang ini, informasi banyak dikemas dalam beragam bentuk dan cara, salah satunya lewat konten di media sosial. Konten didefinisikan sebagai informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik, seperti tulisan,gambar, video, atau audio visual. Konten disebut menarik apabila menawarkan sesuatu yang baru,perspektif baru, pengetahuan baru, menginspirasi, atau menghibur.

“Konten yang menarik memiliki beberapa indikator, yaitu banyak ditonton atau dikunjungi audiens,banyak klik like atau comment, konten disimpan dan dibagikan ke orang lain, serta menjadi perbincanganwarganet (viral),” ujar Andi.

Andi lantas memberikan sejumlah tips agar sebuah konten menarik bagi warganet atau audiens.

Menurut dia, agar disukai banyak orang, konten harus asli atau orisinil, unik, sesuai tren kekinian, dan memiliki akurasi yang tinggi dalam hal penyampaian informasi. Konten sebaiknya terhubung dengan komunitas tertentu dan konsisten dalam hal produksinya.

Ni Kadek Sintya menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa yang layak untuk dijadikan konten yang menarik.

Budaya asli Indonesia tersebut meliputi bahasa daerah, adat-istiadat, pakaian tradisional, lagu daerah, seni dan kerajinan, kuliner Nusantara, musik dan tari, arsitektur,kepercayaan dan nilai, atau upacara keagamaan.

Seluruh kekayaan tersebut sangat memungkinkan untuk didokumentasikan secara digital. “Namun, perlu memperhatikan hal-hal berikut untuk membuat konten digital terkait budaya, yaitu meriset terlebih dahulu konten budaya yang hendak dibuat, memperhatikan etika, mendapat izin dari tokoh adat setempat, menyertakan informasi edukatif, menggunakan sumber informasi terpercaya, kreatif tetapi penuh kehati-hatian, serta menghargai keragaman budaya yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Trisno Sakti Herwanto mengungkapkan bahwa tantang budaya digital saat ini sangat kuat.Contohnya adalah menipisnya wawasan kebangsaan, lunturnya sopan santun, serta menghilangnya budaya asli Indonesia akibat serbuan budaya asing. Nilai-nilai berbudaya digital seharusnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti mengapresiasi perbedaan, menjaga kesatuan, menghormati privasi orang lain, serta kreatif dan produktif.

“Dunia digital adalah dunia kita sekarang ini. Mari mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang berbudaya, tempat kita belajar dan berinteraksi, tempat anak-anak tumbuh dan berkembang, sekaligus bermartabat sebagai bangsa,” tuturnya.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkanbahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00.

Dalam merespons hal tersebut, Kemenkominfo menyelenggarakan “Workshop Literasi Digital” dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital,dan keamanan digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang memberikan sambutan secara daringmenyampaikan bahwa selain membangun infrastruktur digital, pusat-pusat data, dan telekomunikasi diseluruh Indonesia. Kemenkominfo juga secara langsung mengadakan sekolah vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang bertalenta digital.

“Kemenkominfo menyiapkan program-program pelatihan digital pada tiga level, yaitu Digital LeadershipAcademy yang merupakan program sekolah vokasi dan pelatihan yang diikuti oleh 200-300 orang pertahun bekerja sama dengan delapan universitas ternama di dunia.

Digital Talent Scholarship sebagaiprogram beasiswa bagi anak muda yang ingin meningkatkan kemampuan dan bakat digital. Dan yangterakhir Workshop Literasi Digital yang dapat diikuti secara gratis bagi seluruh masyarakat di Indonesia,”tutur Johnny.

Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia MakinCakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan NasionalLiterasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapatdiakses melalui website literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Pagedan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU