SHNet, JAKARTA – Pembalap kebangaan Indonesia Qarrar Firhand mengisi hari-hari liburnya di Indonesia dengan sejumlah kegiatan. Qarrar yang sudah berada di Indonesia sejak tiga pekan lalu dan akan kembali terbang ke Inggris pada 3 September nanti mengaku sangat menikmati hari-harinya di Negeri sendiri.
Dalam kesempatan hiburan itu, ia juga menjalani berbagai kegiatan di Indonesia mulai dari hadir di ajang GIIAS di BSD, memenuhi sejumlah undangan tampil live di beberapa stasiun televisi, juga podcast dan menjalani syuting iklan hingga ke Sirkuit Mandalika, Lombok NTB.
Sebagai pembalap yang merasa dibesarkan media, Qarrar pun mengajak bincang-bincang santai bersama sejumlah media nasional di salah satu restoran di kawasan Senayan pada Kamis sore 20 Agustus 2026. Ia memakai kesempatan itu untuk bercerita banyak soal pengalaman menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai ajang gokart bergengsi WSK Euro Series, paro Juli lalu.
Ia juga bercerita banyak soal pengalamannya pertama kali ikut balapan Formula 4 di Inggris dan bagaimana ia beradaptasi tinggal di Inggris setelah sekitar enam tahun bermukim di Brescia, Italia. Qarrar juga terlihat mengalami banyak sekali perubahan seiring pertambahan usianya yang kini memasuki 15 tahun.
Selain terlihat lebih matang, ia juga tampak makin tenang dan lebih tinggi etikanya. Berbicaranya juga lebih menguasai persoalan dan lancar dalam penuturannya. Ada yang berbeda dari Qarrar juga. Ia kini sudah tak lagi ditemani terus oleh orangtuanya. Kemana-mana Qarrar lebih banyak bersama manajernya, Jimmy Akbar.
Meski menjalani liburan, Qarrar mengaku masih tetap menjalani latihan fisik. Timnya bahkan memasukkan latihan tinju dan sparing dalam program persiapannya untuk mempertajam kecepatan berpikir dan reaksi setelah mulai beradaptasi dengan persaingan Formula 4.
Qarrar mengatakan latihan tersebut melengkapi program fisik yang juga mencakup latihan di pusat kebugaran serta kardio melalui lari maupun bersepeda. “Latihan fisik saya sekarang mencakup tinju, gym, dan kardio. Dalam latihan tinju, saya juga melakukan sparing karena itu membantu melatih kecepatan berpikir dan reaksi,” kata Qarrar.
Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan yang lebih menyeluruh setelah Qarrar beralih dari karting ke balap mobil formula, yang menurutnya menghadirkan tuntutan berbeda terutama dalam menghadapi situasi balapan.

Persiapan tidak hanya diarahkan pada kondisi tubuh. Qarrar juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek mental sembari memperbanyak pengujian di sejumlah sirkuit di Inggris. “Fisik sangat penting, tetapi saat ini saya juga banyak berfokus pada mental karena itu sama pentingnya dalam balapan. Selain itu, kami memperbanyak tes di berbagai trek untuk mempersiapkan musim depan,” ujarnya.
Sebelum memasuki Formula 4, Qarrar juga menjalani program bersama Formula Medicine di Italia yang berfokus antara lain pada kemampuan mengambil keputusan dalam tekanan, kecepatan reaksi, konsentrasi, serta performa respons otak.
Qarrar telah mendapatkan pengalaman pertamanya dalam British Formula 4 Championship ketika tampil bersama Argenti Motorsport pada putaran Thruxton, Inggris, pada 25-26 Juli 2026. Pengalaman tersebut membuatnya makin memahami bahwa perpindahan dari karting ke F4 bukan hanya persoalan membiasakan diri dengan karakter kendaraan yang berbeda.
Menurut Qarrar, pengujian yang telah beberapa kali dijalaninya sebelum balapan membuat karakter mobil F4 tidak sepenuhnya asing. Tantangan yang lebih besar justru muncul ketika memasuki situasi kompetisi sesungguhnya.
“Saya tidak terlalu terkejut dengan mobilnya karena sebelumnya sudah beberapa kali melakukan tes. Namun, tes dan balapan berbeda. Saya harus belajar lebih banyak mengenai racecraft, menghadapi pembalap lain, melakukan race start, serta memahami situasi dalam balapan,” kata Qarrar.
Ia juga menilai komunikasi dengan tim menjadi salah satu pelajaran penting sejak memasuki F4 karena setiap detail selama akhir pekan balapan harus dikelola dengan lebih serius. Musim 2026 memang ditempatkan Qarrar sebagai fase transisi setelah sebelumnya menutup perjalanan karting dengan menjuarai WSK Euro Series kategori OK.
“Tahun ini fokus saya belajar dan mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin. Kalau bisa berada di depan tentu menjadi bonus, tetapi yang terpenting adalah mengumpulkan bekal yang bisa membantu saya tahun depan,” ujarnya.
Pada 2027, Qarrar dijadwalkan menjalani musim penuh British F4 bersama Hitech dengan sasaran yang jauh lebih tinggi dibanding fase adaptasi tahun ini.
“Target musim depan tentu mencoba memenangi balapan. Kalau kami memiliki kesempatan untuk memenangi kejuaraan, tentu itu juga yang akan kami kejar,” kata Qarrar. (Non)

