5 August 2026
HomeBeritaGeopark, Benteng, Keindahan Alam, dan Budaya Kebumen Jadi Daya Tarik KTM 2026

Geopark, Benteng, Keindahan Alam, dan Budaya Kebumen Jadi Daya Tarik KTM 2026

SHNet, Jakarta- Hajat besar Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat, akan menyuguhkan berbagai keunggulan khas wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah  yang tidak dimiliki daerah lain. Mulai keunikan budaya, kuliner, benteng peninggalan sejarah yang ikonik, keindahan alam dan yang punya nilai internasional, geopark.

“Geopark Kebumen merupakan kekayaan alam yang tak ternilai dan memiliki pengaruh kebumian yang besar. Pada tahun 2025, Geopark Kebumen dinyatakan memenuhi syarat menjadi UNESCO Global Geopark.Inilah salah satu daya tarik KTM 2026 agar pengunjung dari berbagai daerah lebih mengetahui soal  geopark,” ungkap Peneliti Ahli Utama, Pusat Riset Sumberdaya Geologi-BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Dr. Ir. Chusni Ansori, MT dalam perbincangan dengan media, Selasa ( 05/08/2026)

Chusni Ansori, MT yang  juga Ketua Dewan Pakar Geopark Kebumen dan Ketua 2 Panitia KTM 2026 menjelaskan, KTM yang berpusat di Benteng Van der Wijck pada 27-29 Agustus mendatang, memaukan konsep peningkatan ekonomi masyarakat, pengenanaln budaya lokal, wisata sejarah, dan keindahan serta keunikan alam Kebumen, dalam hal ini geo park. “Jadi, Kebumen sungguh memiliki potensi amat besar dalam pengembangan wisata,” katanya.

Terkait pelaksanaan Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 yang akan digelar 27-29 Agustus 2026 dan keberadaan UNESCO Global Park di Kebumen? Sebagai Ketua 2 Panitia KTM 2026, Chusni mengatakan bahwa dalam konteks geopark kita membangun dalam tiga pilar. Pilar pertama, meliputi konservasi jadi bagaimana alamnya tetap terjaga, Kedua pilar edukasi, bagaimana  memahami proses alam berdasarkan warisan geologi dan warisan budaya serta warisan hayati yang ada. Pilar ketiga adalah pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Salah satu pintunya dengan pariwisata. Pariwisata dalam konsep geopark sering disebut sebagai geotourism atau wisata bumi. Perlu dikatakan wisata bumi itu bukan wisata geologi tetapi wisata tentang memahami bumi kita.

Flayer KTM 2026

Konsep Bangun Kawasan secara Berkelanjutan.

Geopark Kebumen adalah salah satu geopark yang sekarang sudah mendapat pengakuan UNESCO. Kalau kita mengikuti perjalanan Geopark Kebumen bisa flashback bahwa geopark itu konsep membangun kawasan secara berkelanjutan.

Chusni mengatakan, konsep pengembangan geopark adalah pembangunan berkelanjutan artinya membangun kawasan dan membangun daerah. Membangun daerah itu banyak pilihan. Apakah kita menggunakan konsep yang katakanlah kalau banyak tambang fokus hanya pada penambangan atau konsep lain, Ini Bagaimana? Konsep geopark adalah pembangunan kawasan secara berkelanjutan. Kemudian kalau menilik sejarahnya, maka perjalanannya cukup panjang. Keberadaan kawasan Geopark Kebumen pertama ditunjang kampus lapangan geologi Karangsambung yang ditetapkan pada 1964.

Dijelaskan, Karangsambung sebagai kampus lapangan geologi pertama di Indonesia. Tentu, karena kampus lapangan maka di lokasi itu ada kegiatan pendidikan, penelitian yang menghasilkan publikasi dan menghasilkan peneliti yang menjadi modal dari kajian-kajian tersebut.

Pada tahun 2006, Karangsambung menjadi kawasan cagar alam geologi pertama di Indonesia, Maksudnya, kawasan yang dicagarkan karena memang mempunyai keunikan dari sisi batuan dan fosil-fosilnya yang ada sehingga menjadi cagar hutan lindung.

Kemudian, pada tahun 2014, di wilayah selatan Kebumen ada yang namanya kawasan Bentang Alam Karst. Kawasan ini adalah morfologi karst di Karangbolong di mana di situ ada penampakan morfologi khas yang memiliki ratusan gua di bawahnya yang tentu kalau tidak dilindungi pasti akan rawan terhadap proses aktivitas penambangan dan sebagainya yang merusak kondisi lingkungan.

“Tiga modal tersebut menjadi kekuatan utama dari Geopark Kebumen. Satu, adanya konsep riset dan pendidikan di kawasan Karangsambung kemudian ada dua kawasan lindung geologi yaitu Kawasan Cagar Alam Geopark (KCAG) Karangsambung dan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan atau Karang Bolong,” papar Chusni.

Kawasan UNESCO Global Geopark Kebumen menawarkan keindahan alam yang menjadi magnet bagi wisatawan. (Dok,Pri)

Kronologis Menuju Pengakuan UNESCO

Lebih lanjut dikemukakan Chusni,  kita mulai berpikir ide geopark, Sebenarnya awalnya dari Eropa yang kemudian berkembang ke Asia Pasifik. Selanjutnya di Indonesia, mulai ada. Pada tahun 2016 mulai diskusi tentang Geopark di Karangsambung yang melibatkan berbagai akademisi, peneliti dan lainnya.

Pada tahun 2017, kita memberanikan diri menyusun yang namanya dossier. Dossier adalah kumpulan dokumen atau berkas terpadu yang berisi catatan rinci, data, serta informasi lengkap mengenai seseorang, suatu peristiwa, atau subjek khusus tertentu.

Dossier itu adalah proposal tentang Geopark regional tentang bagaimana meningkatkan kondisi Kebumen ini dari dua kawasan lindung tadi KCAG Karangsambung dan KBAK Gombong Selatan sehingga diusulkan menjadi Geopark Nasional.

Pada tahun 2018, Geopark Kebumen mendapat sertifikat yang disebut sebagai Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong. Waktu namanya pakai itu pada tahun 2018. Sertifikat itu diberikan oleh Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan.   Pada tahun 2019, kita mulai berpikir apakah kita bisa menaikkan menjadi Geopark yang diakui UNESCO. Waktu kita mencoba mendatangkan para pakar dari UNESCO untuk datang ke Kebumen untuk mencoba mengevaluasi keberadaan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong.

Keindahan bebatuan di kawasan i UNESCO Global Geopark Kebumen. (Dok,Pri)

Dari kedatangan pada pakar dari UNESCO, kita menjadi tambah mantap dan kita memiliki potensi untuk mengangkat Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong menjadi Geopark UNESCO,

Pada tahun 2022, kita mulai berani mengajukan proposal awal untuk menjadi Geopark UNESCO tetapi masih memakai nama Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong.  “Setelah itu diajukan, akhirnya diverifikasi UNESCO dan hasilnya nama Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong kurang luas, Saat itu hanya bagian kecil di sekitar wilayah Karangsambung sampai Karangbolong yang dihubungkan sekitar Gombong,” ujarnya. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU