6 August 2026
HomeBeritaEkonomiHIPPINDO Gelar IRSE 2026, Siapkan Masa Depan Ritel Indonesia

HIPPINDO Gelar IRSE 2026, Siapkan Masa Depan Ritel Indonesia

SHNet, Jakarta– Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia. (HIPPINDO) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menggelar Konferensi Pers Belanja di Indonesia Aja (BINA) August, Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026.

Ketiga program strategis tersebut menjadi momentum nasional untuk memperkuat perdagangan dalam negeri, mendorong konsumsi masyarakat, menarik wisatawan berbelanja di Indonesia, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ismariny, mengatakan pemerintah mengapresiasi inisiatif berkelanjutan HIPPINDO dan pelaku usaha ritel dalam memperkuat konsumsi domestik melalui BINA, HARMONI, dan IRSE. “Sektor ritel memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, dapat menjaga stabilitas harga dan memperkuat distribusi barang hingga ke seluruh Indonesia, sekaligus menjadi mitra UMKM untuk naik kelas. Pemerintah berkomitmen terus bersinergi dengan dunia usaha dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga perdagangan dalam negeri semakin kuat dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ismariny.

Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Franciska Simanjuntak, menilai bahwa sektor perdagangan perlu terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin kritis, digital, dan mengutamakan kualitas layanan. “Konsumen saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas produk, pengalaman berbelanja, serta layanan yang diterima. Oleh karena itu, sektor ritel perlu terus berinovasi melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pengelola pusat perbelanjaan, merek nasional, serta UMKM. Kemitraan yang kuat akan memperluas peluang produk lokal untuk mengisi ritel modern sekaligus memperkuat daya saing dan perekonomian nasional,” kata Franciska.

Ketua Umum HIPPINDO sekaligus Ketua Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA), Budihardjo Iduansjah, menegaskan bahwa “bulan Agustus merupakan momentum penting untuk menggerakkan perdagangan dalam negeri melalui sinergi berbagai program nasional. Melalui rangkaian Belanja di Indonesia Aja (BINA), Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), dan Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE), HIPPINDO bersama pemerintah mengajak masyarakat untuk semakin berbelanja di Indonesia, baik di merek lokal, merek global yang beroperasi di Indonesia, maupun UMKM. Menurutnya, gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat menjadikan Indonesia sebagai destinasi belanja, baik melalui merek lokal, merek global yang berinvestasi dan beroperasi di Indonesia, maupun UMKM, sehingga setiap transaksi mampu menggerakkan perdagangan dalam negeri, ungkap Budihardjo.

“Kami ingin menjadikan sektor ritel sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika masyarakat dan wisatawan semakin banyak berbelanja di Indonesia, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh ekosistem, mulai dari industri, pemasok, UMKM, pusat perbelanjaan, hingga jutaan tenaga kerja. Di tengah tantangan ekonomi global, pasar domestik harus menjadi kekuatan utama kita. Made Indonesia Shop Again bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai sebagai destinasi belanja, menggerakkan perdagangan dalam negeri, menarik wisatawan, memperkuat industri nasional, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” tutup Budihardjo.

Sementara itu, Ketua Indonesia Retail Summit & Expo 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal HIPPINDO, Haryanto Pratantara, mengatakan IRSE merupakan implementasi nyata misi HIPPINDO untuk meningkatkan kompetensi industri ritel Indonesia. “IRSE bukan sekadar konferensi dan pameran, tetapi forum kolaborasi yang mempertemukan seluruh ekosistem perdagangan untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring bisnis, mengadopsi teknologi, serta merumuskan roadmap pengembangan industri ritel nasional. Tahun ini kami menghadirkan 55 pembicara (selama dua hari), 31 sesi konferensi dan exhibitor, 65 perusahaan exhibitor, serta didukung 28 sponsor, sehingga total terdapat 93 exhibitor dan sponsor yang akan berpartisipasi. Kami menargetkan lebih dari 4.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan, “jelas Haryanto. Menurutnya, tema ‘Rethinking Retail: The Future is Customer-Led’ dipilih untuk mengingatkan bahwa seluruh inovasi bisnis harus berangkat dari kebutuhan pelanggan.

“Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, perusahaan tidak cukup hanya bekerja keras, tetapi juga harus bekerja cerdas. Investasi terhadap knowledge dan skill tidak boleh dikurangi karena itulah yang akan membantu pelaku usaha memahami perubahan perilaku konsumen, mengantisipasi tren pasar, serta meningkatkan daya saing. Melalui IRSE, pelaku usaha Indonesia dapat memperoleh wawasan kelas dunia tanpa harus ke luar negeri sehingga semakin siap bersaing di tingkat global,” tambahnya. Mengusung tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led”, Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 akan menjadi forum strategis tahunan yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha ritel, pusat perbelanjaan, pemilik merek, UMKM, investor, akademisi, penyedia teknologi, asosiasi usaha, hingga praktisi industri. IRSE tidak hanya menjadi ajang konferensi dan pameran, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem perdagangan Indonesia melalui pertukaran pengetahuan (knowledge sharing), diskusi kebijakan, adopsi inovasi, penguatan jejaring bisnis (networking), serta penyusunan roadmap pengembangan industri ritel nasional. Di tengah perubahan perilaku konsumen dan pesatnya transformasi digital, IRSE diharapkan menjadi referensi utama bagi pelaku usaha dalam memahami tren global, memperkuat daya saing, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta merumuskan strategi perdagangan yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk membangun masa depan perdagangan Indonesia yang lebih kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, HIPPINDO kembali menyelenggarakan HARMONI Awards ke-5, yaitu penghargaan tahunan kepada perusahaan, institusi, dan individu yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor ritel modern Indonesia.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran strategis ritel modern dalam menjaga ketahanan pangan memperkuat distribusi barang, bermitra dengan UMKM, menciptakan lapangan kerja, mendorong transformasi digital, serta menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, HIPPINDO juga meluncurkan Belanja di Indonesia Aja (BINA) August yang akan berlangsung pada 15-31 Agustus 2026. Program nasional di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi gerakan nasional untuk menggerakkan perdagangan dalam negeri melalui peningkatan aktivitas belanja masyarakat di Indonesia. Melalui kolaborasi pemerintah, pusat perbelanjaan, tenant, merek lokal, merek global yang beroperasi di Indonesia, serta UMKM, BINA diharapkan mampu meningkatkan transaksi perdagangan, menarik wisatawan berbelanja di Indonesia, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, IRSE 2026, HARMONI Awards ke-5, dan BINA August 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan nasional, meningkatkan daya saing industri ritel, mendorong konsumsi domestik, memperluas kemitraan dengan UMKM, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU