13 March 2026
HomeBeritaInstitut Agama Kristen Negeri Ambon Bersiap Menjadi Universitas Kristen Negeri

Institut Agama Kristen Negeri Ambon Bersiap Menjadi Universitas Kristen Negeri

Ambon — Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Dr Jane Marie Tulung, S.The, M.Pd. via zoom menegaskan, pihaknya terus berupaya mendorong dan berkomunikasi dengan Kementerian/Lembaga dalam upaya mempercepat transformasi Institut Agama Kristen Negeri  (IAKN) ke Universitas Kristen Negeri (UKN).

“Bapak Menteri agama mendukung penuh dan ingin segera IAKN bertransformasi menjadi universitas, masih terdapat kendala dan saat ini kami sementara menyelesaikan,” ujar pada Rapat Koordinasi (Rakor) Arah Pengembangan IAKN Ambon dalam Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing, di Ambon, Maluku, Kamis (10/8/2023).

Dirjen berharap  Kemenko PMK turut mendorong proses transformasi ini agar segera terwujud. “Upaya Kemenko PMK lewat gagasan yang disampaiakn rapat koordinasi ini membawa angin segar bagi Kemenag dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) khususnya IAKN Ambon.

“Saat ini, IAKN Ambon yang paling siap dan memenuhi syarat. Diharapkan IAKN Ambon menjadi pembuka jalan bagi PTKKN lain di Indonesia,” jelas Dirjen.

Jeanne juga mengatakan arah kebijakan Kementerian Agama khususnya Dirjen Bimas Kristen adalah mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, salah satunya Pendidikan Kristen agar dapat menghasilkan peserta didik yang berkarakter dan beriman.

Saat ini, lanjut Dirjen, pihaknya juga sementara mengupayakan beberapa  Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Swasta (PTKKS) bertransformasi ke PTKN,” jelasnya.

Untuk itu, Dirjen Bimas Kristen terus mengawal proses alih status 7 Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri agar memenuhi kebutuhan Pendidikan Tinggi masyarakat beragama Kristen di Indonesia yang berjumlah sekitar 20.294.889 per tahun 2021.

Sementara itu, Plt Asisten Deputi Pendidikan Keagamaan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Dr. Ahmad Syaufi mengatakan, merupakan tanggungjawab bersama untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia, salah satunya IAKN Ambon.

Menurut Syaufi, IAKN Ambon telah memiliki sejumlah prestasi. Termasuk Program studi (Prodi) Pendidikan Seni Musik dan Gerejawi  sudah sangat maju.

“Adanya transformasi ini, tentu sesuaikan dengan Prodi umum dan Fakultas baru yaitu Sains dan Teknologi. Fakultas ini memberi kesempatan pada anak bangsa khususnya di Maluku agar berkuliah tidak hanya di Prodi keagamaan, tapi Prodi umum yang bisa membuka ruang eksplorasi SDA di Maluku,” katanya.

Memang, kata dia, masih ada tantangan yang dihadapi yaitu perlunya melengkapi hal-hal administratif oleh internal IAKN Ambon, yang jika selesai cepat akan proses lanjut ke Kemenag dan KemenPAN-RB yang jadi penentu perubahan nomenklatur dari Institut ke Universitas.

“Kemenko PMK akan mendorong dan bahu membahu dengan IAKN mempercepat semua proses itu hingga tuntas. Ini tugas kita bersama. Selama syarat dan ketentuan terpenuhi, pasti akan cepat. Ini kebutuhan kita bersama. SDM di Maluku dan angka partisipasi kasar kuliah (APK) harus kita tingkatkan lewat UKN,” jelasnya.

Rektor IAKN Ambon Prof. Dr Yance Z Rumahuru, MA menegaskan, IAKN Ambon sudah maksimal dalam dua tahun ini melengkapi pemenuhan syarat transformasi dan sekarang tinggal “Goodwill” dari Eselon I dan koordinasi dengan lintas Kementerian.

“Syarat transformasi sesuai perencanaan, tahun ini semuanya terpenuhi dan dapat diwujudkan. Dimana sesuai harapan kita, tahun depan itu terjadi transformasi ke UKN, bisa jalan,” jelas Rumahuru.

Lewat kerja koordinatif secara terintegrasi oleh Kemenko-PMK bersama Kemenag dan KemenPAN-RB, Rumahuru berharap, IAKN Ambon akan jadi UKN pertama di Indonesia dan diikuti PTKN yang lainnya.

“Sesuai data yang dipresentasi dan pemenuhan syarat minimal sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) 81 tahun 2022 tentang perubahan bentuk perguruan tinggi, maka sebetulnya yang jadi tugas kami, kami sudah selesai lakukan. Tinggal kebijakan di pusat, kami menunggu. Bisa saja sesuai rencana tahun depan, tapi bisa jadi akhir tahun ini,” jelasnya.

Sebetulnya tantangan berat ialah membuka Prodi umum, itu sudah dilakukan dengan menerima mahasiswa baru. Serta surat izin dari KemendikbudRistek Dikti pun sudah turun untuk dibukanya Fakultas baru. Dan jumlah mahasiswa plus penerimaan di tahun akademik baru, sudah melebihi angka 4.680 orang sesuai yang syarat Undang-undang.

“Harus jujur kami bilang bahwa penting memperhatikan keberadaan pulau-pulau kecil, sebab jumlah penduduk Maluku sedikit dan sebaran perguruan tinggi. Maka sebetulnya jika IAKN Ambon bisa mencapai angka diatas 3000 mahasiswa, itu sudah termasuk besar untuk konteks Maluku,” jelas Rumahuru.

Hadir juga dalam Rakor yang dimoderatori oleh Ahmad Saufi, Plt.Asisten Deputi Pendidikan Keagamaan, Kemenko PMK yaitu Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anton Lailossa, Rektor IAKN Ambon Yance Z. Rumahuru; Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas; Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas; perwakilan Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek; perwakilan Direktur Kelembagaan, Ditjen Dikti Ristek Kemendikbudristek; Rektor IAKN Tarutung; Rektor IAKN Toraja; Rektor IAKN Kupang, Rektor IAKN Palangkaraya dan Rektor IAKN Manado.(sp)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU