4 April 2026
HomeBeritaKelompok Tani Panautana Sosialisasi Pertanian Ramah Lingkungan

Kelompok Tani Panautana Sosialisasi Pertanian Ramah Lingkungan

Waikabubak-Upaya meningkatkan produktivitas pertanian padi sawah dengan biaya produksi yang lebih efisien terus dilakukan oleh para petani di Kabupaten Sumba Barat.

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pelatihan pemulihan dan perawatan tanah yang dilaksanakan di areal persawahan Kereloko, Kelurahan Wailiang, Kecamatan Kota Waikabubak, pada 26 Februari 2026.

Pelatihan ini diinisiasi oleh Kelompok Tani Panautana yang baru saja direorganisasi pada bulan Februari 2026. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh para petani, tetapi juga dihadiri oleh para penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat yang turut mendukung peningkatan kapasitas petani di daerah tersebut.

Kegiatan pelatihan ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Pelayanan Garam Bali.

Pelatihan menghadirkan konsultan pertanian dari Kabupaten Malang, Agus Budihardja, sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Agus menjelaskan bahwa tanah memiliki peran yang sangat penting dalam pertanian karena tanah bukan sekadar tempat tumbuh tanaman, melainkan sebuah ekosistem hidup yang menentukan kesuburan dan produktivitas tanaman.

Agus menjelaskan bahaya penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara terus-menerus dalam jangka panjang. Penggunaan bahan kimia yang berlebihan dapat merusak struktur tanah, mengurangi mikroorganisme yang bermanfaat, serta menyebabkan tanah menjadi keras dan miskin unsur hara.

Akibatnya, jelas Agus, petani menjadi semakin bergantung pada pupuk kimia dengan biaya produksi yang semakin tinggi. Sebagai solusi, para petani diperkenalkan dengan sistem pemulihan tanah menggunakan pupuk organik. Pupuk organik dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta menghidupkan kembali mikroorganisme tanah sehingga kesuburan tanah dapat pulih secara alami. Selain itu, sistem pertanian organik juga dapat menekan biaya produksi karena petani dapat memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka.

Dalam pelatihan tersebut juga dijelaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di areal persawahan. Ekosistem yang seimbang akan membantu mengendalikan hama secara alami karena adanya predator alami hama, sehingga penggunaan pestisida dapat dikurangi. Dengan demikian, pertanian menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kegiatan pelatihan, dilakukan juga penyaluran pupuk organik kepada para petani peserta pelatihan untuk digunakan di lahan persawahan mereka sebagai langkah awal pemulihan tanah.

Ketua Kelompok Tani Panautana, Alex Duka Tagukawi, menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas hasil padi petani dengan biaya produksi yang lebih rendah melalui sistem pemupukan organik dan mengurangi bahkan meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia.

Dengan meningkatnya produktivitas dan menurunnya biaya produksi, diharapkan pendapatan petani dapat meningkat sehingga kesejahteraan petani juga ikut meningkat.

Pelatihan ini diharapkan menjadi awal perubahan sistem pertanian di wilayah tersebut menuju pertanian yang lebih mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani di Sumba Barat.(dd)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU