18 October 2026
HomeBeritaEkonomiKemendag dan HIPPINDO Fasilitasi 4.100 Barcode Gratis, Buka Jalan UMKM Masuk Ritel...

Kemendag dan HIPPINDO Fasilitasi 4.100 Barcode Gratis, Buka Jalan UMKM Masuk Ritel Modern

SHNet, Tangerang – Kementerian Perdagangan bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) memfasilitasi 4.100 barcode berstandar internasional bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses ke jaringan ritel modern dan pasar ekspor.

Peluncuran program ditandai dengan penyerahan simbolis sertifikasi barcode oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, bersama Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, di Hall 1 ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10/2026), dalam rangkaian Pangan Nusa Expo 2026.

Sebanyak 4.100 barcode diberikan kepada UMKM binaan Kemendag dari berbagai sektor, mulai dari pangan, minuman, produk kesehatan dan kecantikan, kerajinan, hingga kebutuhan rumah tangga.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, penggunaan barcode membantu proses pendataan, identifikasi, dan pengelolaan produk secara lebih terstruktur. Dengan demikian, UMKM diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menegaskan, fasilitasi barcode secara gratis merupakan bentuk komitmen untuk membantu UMKM mempersiapkan produk agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan jaringan ritel modern.

“Dukungan kepada UMKM tidak berhenti pada fasilitasi, tetapi juga bagaimana menjembatani produk lokal dengan kebutuhan pasar dan membuka peluang kemitraan yang berkelanjutan,” ujar Budihardjo.

Menurutnya, produk UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar domestik maupun internasional. Karena itu, kolaborasi pemerintah, peritel, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar semakin banyak produk lokal yang naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor.

Meski menjadi salah satu penunjang perdagangan modern, barcode bukan satu-satunya persyaratan untuk memasuki jaringan ritel maupun pasar ekspor. Pelaku UMKM tetap harus memenuhi standar dan ketentuan produk sesuai dengan pasar tujuan.

Dalam kesempatan yang sama, HIPPINDO juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda). Kesepakatan yang ditandatangani Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah dan Direktur Utama Food Station Fetty Kwartati tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi perdagangan dalam negeri.

Program fasilitasi barcode ini melengkapi berbagai inisiatif kolaborasi HIPPINDO dan Kemendag, antara lain UMKM Pangan Award Goes to Retail Modern untuk memperluas akses produk pangan UMKM, Campuspreneur untuk mendorong kewirausahaan mahasiswa, serta Belanja di Indonesia Aja (BINA) guna menggerakkan konsumsi dan perdagangan domestik.

Dengan jaringan lebih dari 380 perusahaan, 800 merek, dan 80.000 gerai, HIPPINDO memiliki potensi besar untuk menjembatani UMKM dengan pasar yang lebih luas.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak produk lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar, menjangkau konsumen lebih luas, dan memperkuat posisi UMKM Indonesia dalam ekosistem perdagangan modern hingga pasar internasional. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU