3 June 2023
HomeBeritaKenalkan Metoda Ilmiah Kepada Pelajar dan Tanamkan Kecintaan Riset Bidang Ilmu...

Kenalkan Metoda Ilmiah Kepada Pelajar dan Tanamkan Kecintaan Riset Bidang Ilmu Sosial

SHNet, Jakarta-Center for Young Scientists Indonesia yang berkedudukan di Jakarta bersama Regional Center for Young Talents “Nikola Tesla” yang berkedudukan di Belgrade, Serbia menyelenggarakan konferensi internasional untuk peneliti belia di bidang ilmu sosial. Acara yang bernama “6th International Conference of Young Social Scientists” (ICYSS) ini berlangsung secara virtual pada tanggal 13-15 Mei 2023 di Denpasar, Bali dengan diikuti oleh 62 siswa berusia 13 hingga 19 tahun yang berasal dari mancanegara yakni Indonesia, Rusia, Meksiko, Guam, India, Slovenia, Turki, Macao, dan Serbia. Pembukaan konferensi diluncurkan dari Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik, Pemerintah Provinsi Bali di kota Denpasar.

Tujuan diselenggarakannya konferensi ini adalah untuk memperkenalkan metoda ilmiah kepada siswa sekolah menengah, dan menanamkan kecintaan kepada pada riset di bidang ilmu sosial, seperti yang disampaikan oleh Presiden ICYSS, Nikola Srzentic. Lebih jauh ketua panitia ICYSS 2023, Dr Monika Raharti, yang juga direktur Center for Young Scientists Indonesia, menyampaikan bahwa acara ini bukan semata-mata lomba penelitian, melainkan lebih ditekankan pada upaya memberikan pengalaman kepada peneliti belia yang masih duduk di bangku sekolah menengah untuk saling berbagi pengetahuan dan hasil penelitian sebagaimana layaknya peneliti profesional.

Salah satu acara pada ICYSS 2023 adalah kuliah umum ilmiah yang disampaikan oleh dosen FISIP Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Dr Theresia Gunawan, dengan judul “101 Research Ideas” yang menekankan pentingnya mengasah kemampuan untuk menyusun pertanyaan ilmiah yang baik untuk membangun rencana penelitian dengan metodologi yang tepat. Selain itu narasumber juga menyarankan kepada peneliti belia untuk memilih topik-topik penelitian yang benar- benar disukai dan berdasarkan pada keingintahuan yang kuat untuk dapat menjamin keberlangsungan proses penelitian hingga tuntas.

Pada konferensi ini juga diberikan penghargaan kepada riset-riset terbaik di 5 bidang sosial yakni: Economics, Geography, History, Psychology, dan Geography. Evaluasi dilakukan melalui pameran poster ilmiah, presentasi ilmiah, dan tanya dengan dewan juri internasional dalam bahasa Inggris melalui digital platform.

Tim Indonesia yang dibentuk melalui seleksi berjenjang tingkat provinsi dan nasional yang bernama Lomba Peneliti Belia (LPB), dan menjalani pembinaan selama 4 bulan oleh para dosen/peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, STBA Yapari Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, dan Universitas Udayana, berhasil mendapat penghargaan untuk riset terbaik di bidang Geography, History, dan Sociology.

Muhammad Jaris Almazani and Tri Bayu Aji dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta berhasil membuat model 3D dengan teknik Close Range Photogrammetry untuk membantu mengkonservasi dan merekonstruksi Kompleks Candi Banyunibo di Sleman, Yogyakarta, yang sudah mulai rusak dan runtuh, dengan bantuan media seperti VR atau situs internet (Juara 1 bidang Geography).

Zyreen Putri Darmawan dari SMP Cita Hati West Campus Surabaya berhasil menemukan hubungan antara economic prejudice dan kekerasan terhadap warga Tionghoa dalam kerusuhan Mei 1998 pada masa krisis ekonomi, bahwa dugaan adanya ketimpangan ekonomi antara etnis Tionghoa dan pribumi menyebabkan tragedi tersebut terjadi berupa perusakan dan penjarahan rumah-rumah dan toko-toko etnis Tionghoa, yang juga pada akhirnya menyebabkan etnis Tionghoa hingga saat ini cenderung memisahkan diri dari pribumi karena trauma yang membekas dari Kerusuhan Mei 1998 tersebut (Juara 1 bidang History).

Riset yang dilakukan oleh Melody Annabelle Chaidrata dan Nadine Angelina Arianto dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera tentang pengaruh validasi TikTok terhadap tingkat stres dan kecemasan remaja menunjukkan bahwa ketergantungan remaja masa kini pada validasi TikTok betul terjadi karena dengan media TikTok yang mereka aktif gunakan, mereka merasa diterima oleh lingkungannya, dan bahkan kebergantungan pada TikTok ini sampai mengganggu kehidupan sehari-hari dan kehidupan sosial mereka dengan orang lain (Juara 1 bidang Sociology).

Penelitian oleh Nicholas Chang dari SMP Swasta Santo Nicholas Medan tentang jenis iklan yang paling efektif dilakukan menunjukkan bahwa pada era modern ini jenis iklan digital lebih efektif dilakukan, selain karena target mereka adalah pengguna media sosial, iklan digital juga memiliki banyak fitur yang membuatnya lebih unggul dibandingkan iklan tradisional (Juara 3 bidang Economics).

Regina Carla Neola Setiadi Nio dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera yang meneliti tentang tingkat literasi NFT di kalangan Generasi Z Indonesia mendapati bahwa Generasi Z cukup paham mengenai NFT namun tingkat literasi yang dimiliki masih tergolong kurang dimana mereka kurang melek huruf karena mereka tidak memahami cara kerja teoritis pasar NFT dan tidak mempraktekkannya, sehingga intervensi pemerintah sangat dibutuhkan untuk mempopulerkan NFT tersebut agar Generasi Z semakin familiar dengan NFT beserta penerapannya (Juara 2 bidang Economics).

Melalui riset di bidang Sociology, Tsabita Rahma Faradisa dan Asna Atiyya dari SMPN 2 Magelang berupaya untuk memperkenalkan kepada dunia bahwa Batik Magelang memiliki banyak motif yang mengandung nilai-nilai filosofis dan sosial dari komunitas lokal pembuatnya, melalui penerapan bidang keilmuan Etnomatematika, yang menggabungkan konsep-konsep matematika dengan unsur-unsur budaya. (sur)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU