SHNet, Jakarta– Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (KEMHAN RI) telah meresmikan perjanjian strategis dengan Turkish Aerospace Industries (TUSAŞ) untuk pengadaan hingga 48 (empat puluh delapan) unit jet tempur generasi kelima KAAN pada 23 Juli 2025 lalu.
Kesepakatan bersejarah ini tidak hanya mencakup akuisisi pesawat tempur low–observable dan multi-peran bagi TNI Angkatan Udara (TNI AU), tetapi juga menghadirkan ekosistem lengkap yang mencakup alih teknologi dan partisipasi aktif dari industri dalam negeri.
Jet tempur KAAN dirancang sebagai pesawat superioritas udara bermesin ganda dengan performa tinggi dalam segala cuaca. Dengan kemampuan manuver tinggi, radar AESA (Active Electronically Scanned Array), serta ruang senjata internal untuk mempertahankan profil siluman, KAAN menjadi bagian dari pesawat tempur canggih generasi kelima yang dapat diandalkan dalam skenario udara modern.
Sebanyak 48 unit KAAN tersebut akan diproduksi dalam konfigurasi khusus “Varian Indonesia” dengan mesin buatan Türkiye. Indonesia juga akan membangun dan mengoperasikan simulator penerbangan lokal untuk mendukung pelatihan dan integrasi sistem. Paket ini mencakup pelatihan menyeluruh bagi pilot, teknisi, dan kru darat, serta layanan purna jual jangka panjang, dukungan rekayasa teknis, dan logistik terpadu.
Dua entitas industri pertahanan nasional yang dilibatkan dalam pelaksanaan program ini di dalam negeri, yaitu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Republik Aero Dirgantara (PT RAD).
“Kami sebagai industri pertahanan nasional siap mendukung dan melakukan proses alih teknologi KAAN dari Türkiye ke Indonesia. Ini adalah momentum strategis untuk membawa kemampuan manufaktur dan peningkatan kapasitas dukungan domestik yang mandiri,” ujar Norman Joesoef, selaku Founder Republikorp dalam siaran persnya, Selasa (5/8/2025).
Dengan kepemimpinan teknologi dari TUSAŞ sebagai OEM, serta kontribusi dan kolaborasi industri lokal dari PT DI dan PT RAD, Indonesia melangkah maju sebagai negara yang mampu mengembangkan dan memelihara sistem pertahanan udara mutakhir secara mandiri.
Struktur kerja sama ini mencerminkan transformasi besar dalam industri pertahanan Indonesia, dari negara konsumen menuju negara yang memiliki kemandirian pertahanan di masa depan.
Republikorp, sebagai perusahaan induk badan usaha milik swasta yang merupakan mitra strategis nasional, dengan penuh komitmen telah berhasil meyakinkan para produsen dan pemilik teknologi internasional guna mengadopsi teknologi strategis dengan membangun lini produksi di dalam negeri dalam bentuk joint venture guna mencapai kemandirian industri pertahanan nasional. (Stevani Elisabeth)

